Penyakit yang paling sering ditangani adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.
Sementara itu, data kumulatif dari rumah sakit Arab Saudi (RSAS) mencatat sebanyak 1.710 jemaah dirawat dengan dominasi diagnosis pneumonia, diabetes melitus, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Dalam bidang kefarmasian, layanan obat mencapai 12.396 kasus dengan pemakaian tertinggi berupa tablet kombinasi flu dan batuk.
Refleksi untuk perbaikan
Meski mengalami kendala, capaian penurunan angka kematian jemaah menjadi catatan positif yang diharapkan terus membaik di tahun-tahun mendatang.
Penyesuaian regulasi Saudi dan penguatan koordinasi antarnegara menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim penyelenggara haji di masa depan.***