news

Kemenkes: Jumlah jemaah haji wafat turun di 2025, tapi layanan medis hadapi tantangan aturan baru Saudi

Minggu, 13 Juli 2025 | 14:18 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025 (Kemenag.go.id)

Penyakit yang paling sering ditangani adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.

Sementara itu, data kumulatif dari rumah sakit Arab Saudi (RSAS) mencatat sebanyak 1.710 jemaah dirawat dengan dominasi diagnosis pneumonia, diabetes melitus, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Baca Juga: AKBP Dony Eko Wicaksono resmi jabat Kapolres Subang, tegaskan komitmen lanjutkan program strategis nasional

Dalam bidang kefarmasian, layanan obat mencapai 12.396 kasus dengan pemakaian tertinggi berupa tablet kombinasi flu dan batuk.

Refleksi untuk perbaikan

Meski mengalami kendala, capaian penurunan angka kematian jemaah menjadi catatan positif yang diharapkan terus membaik di tahun-tahun mendatang.

Penyesuaian regulasi Saudi dan penguatan koordinasi antarnegara menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim penyelenggara haji di masa depan.***

 

Halaman:

Tags

Terkini