news

Evakuasi Juliana Marins tak gunakan helikopter, Basarnas jelaskan alasannya

Senin, 30 Juni 2025 | 04:40 WIB
Momen proses evakuasi jenazah Juliana Marins oleh Basarnas (Instagram/kantorsar_mataram)

GENMILENIAL.ID – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins, yang jatuh di jurang Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, akhirnya selesai dilakukan pada Rabu, 25 Juni 2025.

Meski sebelumnya banyak warganet mempertanyakan mengapa proses evakuasi tidak menggunakan helikopter, pihak Basarnas menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi alasan utama evakuasi dilakukan secara manual.

“Awalnya kita ingin melaksanakan evakuasi secepat mungkin dengan menggunakan pesawat heli dan itu menjadi alternatif pertama, ternyata cuaca tidak memungkinkan,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan Sembalun, dikutip Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga: Kuasa hukum Paula Verhoeven: Putusan banding nyatakan Paula tak terbukti durhaka pada Baim Wong

Alternatif udara gagal, evakuasi dilanjutkan dengan ditandu

Menurut Syafii, opsi penggunaan helikopter sempat dipertimbangkan kembali setelah jenazah berhasil ditarik ke permukaan.

Namun kondisi cuaca tetap tak mendukung, sehingga evakuasi jalur udara batal dilakukan.

“Alternatif kedua, setelah korban ditarik ke atas, kami masih berharap cuaca membaik agar bisa dievakuasi dengan heli. Tapi ternyata tetap tidak memungkinkan,” jelasnya.

Dengan pertimbangan keselamatan, akhirnya proses evakuasi dilakukan dengan metode tandu menyusuri jalur pendakian menuju Posko Sembalun.

Hal ini menyebabkan proses evakuasi memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Momen candaan Prabowo kepada Bahlil saat peresmian EBT: Nasib kau baik jadi menteri

Perjuangan Tim SAR di Medan ekstrem

Juliana Marins dilaporkan terjatuh pada Sabtu, 21 Juni 2025 di sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani.

Drone yang digunakan tim SAR menemukan jenazah Juliana berada di kedalaman sekitar 600 meter pada Selasa, 24 Juni 2025.

Halaman:

Tags

Terkini