GENMILENIAL.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menepis tudingan bahwa negaranya tengah mengembangkan senjata pemusnah massal berbasis nuklir.
Dalam pernyataannya yang disampaikan pasca-gencatan senjata dengan Israel, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak pernah berambisi memproduksi senjata nuklir, melainkan hanya ingin mempertahankan hak atas penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed, pada Rabu, 25 Juni 2025.
Komunikasi ini terjadi sehari setelah gencatan senjata yang menandai berakhirnya konflik bersenjata 12 hari antara Iran dan Israel.
“Kami tidak pernah berusaha memperoleh senjata nuklir dan tidak menginginkannya,” tegas Pezeshkian dalam perbincangan yang dikutip dari Times of Israel dan Firstpost.
Ia juga meminta UEA untuk menjembatani pemahaman tersebut dalam relasi diplomatik dengan Amerika Serikat, yang turut menyerang fasilitas nuklir Iran dengan dalih pencegahan proliferasi senjata pemusnah massal.
“Kami berharap Anda menjelaskan kepada mereka, dalam hubungan Anda dengan Amerika Serikat, bahwa Republik Islam Iran hanya ingin menegaskan hak-haknya yang sah,” ucap Pezeshkian kepada Mohammed bin Zayed.
Diplomasi pasca-konflik
Pezeshkian menegaskan, Iran siap membuka ruang dialog dan menyelesaikan isu nuklir melalui jalur diplomasi internasional.
“Kami terbuka untuk merundingkan setiap masalah di meja perundingan internasional,” tambahnya.
Baca Juga: Insentif tak cukup dongkrak penjualan, mobil listrik impor China masih kuasai pasar RI
Sebelumnya, tudingan tentang pengembangan senjata nuklir menjadi dalih utama serangan Israel dan AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.