news

Waspada pasang puncak! BPBD DKI imbau warga pesisir siaga hadapi rob hingga 29 Juni

Selasa, 24 Juni 2025 | 23:44 WIB
Ilustrasi - BPBD DKI Jakarta beri peringatan dini soal potensi banjir rob di pesisir Jakarta (freepik.com)

GENMILENIAL.ID – Ancaman banjir rob kembali mengintai pesisir Ibu Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan seiring potensi naiknya permukaan air laut yang diperkirakan berlangsung hingga Sabtu, 29 Juni 2025.

Dalam keterangan resminya, BPBD menyebut banjir rob kali ini dipicu oleh kombinasi dua fenomena astronomi: fase Perigee, ketika bulan berada di titik terdekat dengan bumi dan fase Bulan Baru.

Kondisi ini memicu terjadinya pasang maksimum yang bisa berdampak signifikan terhadap wilayah pesisir.

Baca Juga: Penanda medis jadi inovasi pengawasan kesehatan dalam retret kepala daerah di IPDN Jatinangor

“Waspada banjir pesisir Provinsi DKI Jakarta durasi 21–29 Juni 2025,” tulis BPBD melalui akun Instagram @bpbddkijakarta, Senin 23 Juni 2025.

Sejumlah wilayah disebut berisiko tinggi terdampak, antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.

Pasang maksimum diperkirakan mencapai puncaknya setiap pukul 18.00 hingga 01.00 WIB, rentang waktu yang perlu diperhatikan warga, terutama mereka yang beraktivitas malam hari atau tinggal di zona rawan.

“Segera amankan barang-barang penting dan siapkan langkah evakuasi bila diperlukan,” imbau BPBD.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah gelombang II diikuti bersama Wakil, Wamendagri: Penting jaga kekompakan hingga akhir jabatan

Tak hanya peringatan dini, BPBD juga menyiagakan kanal pelaporan cepat melalui Call Center Jakarta Siaga 112, guna menjawab kondisi darurat di lapangan.

Banjir rob bukan hal baru bagi kawasan pesisir Jakarta, namun dengan pola pasang yang dipengaruhi fenomena langit, masyarakat diingatkan untuk tidak menyepelekan ancaman tersebut.

Langkah antisipatif sejak dini menjadi kunci dalam meminimalisir dampak bencana.***

 

Tags

Terkini