news

Ketegangan memuncak di PBB: Israel bersumpah tak hentikan serangan ke Iran hingga ancaman nuklir dilucuti

Senin, 23 Juni 2025 | 00:08 WIB
Suasana pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (x.com/UN)

GENMILENIAL.ID – Ketegangan internasional kian meningkat saat pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York memanas dengan perang kata-kata antara Israel dan Iran, Jumat waktu setempat, 21 Juni 2025.

Dalam sesi tersebut, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya tidak akan menghentikan serangan terhadap Iran hingga seluruh ancaman nuklir dan infrastruktur militer negara tersebut dilenyapkan.

"Kami tidak akan berhenti," kata Danon lantang.
"Tidak, sampai ancaman nuklir Iran dibongkar. Tidak, sampai mesin perangnya dilucuti. Tidak, sampai rakyat kami dan rakyat Anda aman."

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas potensi meletusnya perang berskala luas di Timur Tengah, yang juga dapat menyeret kekuatan besar dunia.

Baca Juga: Fuji cerita pernah didekati pria dengan cara tak biasa: Seriusan dia nanyain gue?’

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menanggapi dengan nada tajam dan mendesak Dewan Keamanan PBB segera bertindak untuk menghentikan agresi Israel.

Ia menegaskan bahwa Iran memiliki hak sah untuk membela diri dari serangan militer yang sedang berlangsung.

"Israel menyatakan akan melanjutkan serangan ini selama diperlukan," ujar Iravani dalam forum tersebut.

"Kami khawatir dengan laporan yang kredibel bahwa Amerika Serikat akan ikut serta dalam perang ini," tambahnya.

Iran menuding Israel bertindak secara sepihak dan di luar kerangka hukum internasional, serta menyuarakan kekhawatiran akan intervensi militer dari AS yang bisa memperluas skala konflik secara drastis.

Baca Juga: CERPEN: Kupu-kupu hitam di langit Teheran

Sesi Dewan Keamanan PBB ini mencerminkan polarisasi tajam antara dua kutub utama Timur Tengah.

Di satu sisi, Israel menegaskan langkah preventif terhadap ancaman eksistensial, sementara Iran menyoroti pelanggaran terhadap kedaulatan dan potensi agresi besar-besaran yang mengancam stabilitas kawasan.

Hingga kini, Dewan Keamanan belum mengambil keputusan resmi. Namun, dunia menanti langkah konkret lembaga tersebut untuk mencegah eskalasi lebih jauh di tengah bayang-bayang potensi perang besar.***

Halaman:

Tags

Terkini