news

Bupati Subang: Pedagang jangan terprovokasi, janji relokasi akan ditepati

Selasa, 10 Juni 2025 | 18:26 WIB
Paguyuban Pedagang Nanas (Papanas) Kecamatan Jalancagak menggelar aksi unjuk rasa di Bunderan Tugu Nanas, Selasa 10 Juni 2025 (Instagram.com/@subanggram)

 

GENMILENIAL.ID - Puluhan massa yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Nanas (Papanas) Kecamatan Jalancagak menggelar aksi unjuk rasa di Bunderan Tugu Nanas, Selasa 10 Juni 2025. 

Mereka menyampaikan kekecewaan terkait janji yang belum terealisasi oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang mengenai relokasi pedagang yang lapaknya dibongkar.

Aksi demo ini digelar sebagai bentuk protes karena hingga kini, para pedagang yang kehilangan tempat usaha sudah hampir sebulan tanpa penghasilan.

Baca Juga: PKS tak tutup mata soal pemakzulan Gibran: Kami hormati dinamika politik

Salah satu kordinator aksi, Husni, mengungkapkan bahwa janji yang disampaikan oleh Kang Dedi Mulyadi mencakup uang ganti rugi dagangan, uang tunggu dua bulan, sembako seperti beras dan telur, serta pembangunan tempat baru bagi pedagang.

"Kami tidak sedang meminta-minta, tapi ini janji yang disampaikan sendiri oleh Kang Dedi Mulyadi," ujar Husni.

"Kami hanya ingin kembali berdagang dengan tenang." tambahnya.

Husni mengungkapkan bahwa selama dua minggu terakhir, pihaknya telah berusaha menghubungi sejumlah pihak di Pemkab Subang maupun provinsi, namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

Baca Juga: Kemenag beberkan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina

Menanggapi hal ini, Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita (Kang Rey), melalui akun resmi Instagramnya, menyayangkan adanya aksi tersebut dan memberikan beberapa pandangan.

“Untuk para pedagang di Jalancagak yang saya dengar hari ini melakukan unjuk rasa ke Kantor Pak Gubernur, saya sangat menyayangkan dan berharap para pedagang ini jangan terprovokasi, mau dihasut, atau diadu domba dengan Pemerintah Daerah oleh oknum-oknum tertentu,” ujar Kang Rey.

Kang Rey juga mengimbau agar pedagang tidak mau dipolitisasi dalam aksi ini. Ia menegaskan bahwa para koordinator aksi bukanlah pedagang asli Jalancagak, melainkan oknum ormas dan LSM.

“Kenapa saya bilang jangan mau dipolitisasi? Karena dalam surat demo yang disampaikan, koordinatornya sama sekali bukan pedagang asli. Ini bisa kita lihat sendiri,” tambah Kang Rey.

Baca Juga: Dedi Mulyadi temui pelaku geng motor Cirebon, beri pilihan: Pesantren atau penjara

Halaman:

Tags

Terkini