news

Hadapi puncak haji, Kemenag upayakan pasangan jemaah terpisah bisa bersama saat Armuzna

Rabu, 28 Mei 2025 | 13:36 WIB
Ilustrasi foto ibadah Haji - Kemenag tengah berusaha menyatukan pasangan jemaah calon haji yang terpisah (Unsplash/Omer F. Arslan)

 

GENMILENIAL.ID - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Agama RI terus berupaya menyatukan kembali pasangan jemaah haji Indonesia yang terpisah layanan selama di Tanah Suci.

Pasangan jemaah yang terpisah ini mencakup suami-istri, lansia dan pendampingnya, hingga orang tua dan anak.

Mereka berpotensi berada dalam layanan berbeda karena pada musim haji 2025, Indonesia menggunakan delapan syarikah (penyedia layanan jemaah haji) yang menangani kloter secara bergantian.

Baca Juga: Tertangkap basah curi motor di Pasar Cipeundeuy, dua pelaku diringkus polisi

"Hal ini menyebabkan dalam satu kloter bisa saja jemaahnya ditangani oleh syarikah yang berbeda, sehingga pasangan bisa terpisah," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 28 Mei 2025.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat ini tengah berkoordinasi dengan sektor-sektor jemaah di Makkah untuk mengupayakan penggabungan para pasangan tersebut, khususnya menjelang keberangkatan ke Armuzna.

Menurut Hilman, solusi yang diupayakan antara lain menempatkan pasangan dalam tenda yang berdekatan, atau setidaknya masih dalam satu maktab, agar bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi saat di luar tenda.

Baca Juga: ESAI: Peluang dan tantangan implementasi wakaf produktif di lembaga pendidikan

"Misalnya suami istri, mereka bisa kembali bersama, meskipun tetap dipisah tenda karena laki-laki dan perempuan memang dipisah, seperti halnya di hotel," jelasnya.

Ia menambahkan, pasangan jemaah tetap bisa berkegiatan bersama di luar tenda, seperti saat cuaca memungkinkan atau saat melaksanakan lempar jumrah.

Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jemaah selama menjalani puncak ibadah haji, serta mengajak seluruh jemaah untuk bersabar dan saling membantu dalam situasi yang dinamis di Tanah Suci.***

Tags

Terkini