news

3 Fakta gaya ala Nazi Elon Musk di pelantikan Trump, dari keterlibatan di Departemen Efisiensi AS hingga aksi politik ke warga Jerman

Rabu, 22 Januari 2025 | 03:17 WIB
Potret gaya ala Nazi yang ditunjukkan Elon Musk dalam momen pelantikan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin, 20 Januari 2025 (X.com/@elonmusk)

Dalam kesempatan berbeda, Donald Trump menilai Elon Musk bersama Viviek Ramaswamy dapat mengurangi pengeluaran keuangan pemerintah AS yang tidak perlu. 

"Bersama-sama, keduanya (Elon Musk dan Viviek Ramaswamy) akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk memangkas regulasi berlebihan, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu," ungkap Donald Trump saat kampanye Presiden AS 2024, pada 12 November 2024 lalu.

Baca Juga: Surat edaran pembelajaran Ramadan siap ditandatangani, Mendikdasmen ungkap termasuk ada aturan untuk siswa non muslim

Dalam kesempatan yang sama, Elon Musk juga turut mengutarakan tanggapannya terkait jabatan baru itu.

"Ini akan mengguncang sistem, dan siapa pun yang terlibat dalam pemborosan anggaran pemerintah-yang jumlahnya cukup banyak!" seru Elon Musk.

"Orang-orang tidak tahu seberapa besar dampaknya," tandasnya.

Selain berpolitik di AS, Elon Musk juga pernah meminta warga luar negeri sekaligus menunjukkan keterlibatannya di dunia politik Eropa.

Baca Juga: Tak menyangka kepulan asap di bukit jadi bibit kebakaran besar Los Angeles, warga Palisades ini unggah momen before dan after kejadian

 

2. Minta Warga Jerman pilih partai yang dicurigai Neo Nazi

Dalam kesempatan berbeda, Elon Musk pernah mengadakan live streaming bersama Alce Weidel selaku pemimpin partai Alternative for Germany (AfD) yang dicurigai sebagai Neo Nazi.

CEO SpaceX itu meminta warga Jerman untuk memilih AfD seraya mencemaskan kondisi yang 'buruk' di Jerman.

"Hanya AfD dapat menyelamatkan Jerman, titik, dan orang-orang benar-benar perlu mendukung AfD, dan jika tidak, keadaan akan jadi sangat, sangat jauh lebih buruk di Jerman," kata Musk selama siaran langsung audio bersama Alice Weidel di laman X, pada Jumat, 10 Januari 2025.

Di sisi lain, Elon Musk membandingkan iklim politik di Jerman dan AS dengan menyebut orang-orang tidak sedang dan menuntut perubahan ketika Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Baca Juga: Sorotan Deddy Corbuzier ke siswa yang nilai menu Makan Bergizi Gratis ‘gak enak’ hingga permintaan maaf Prabowo ke anak yang belum nikmati MBG

Halaman:

Tags

Terkini