Namun demikian, kemakmuran yang ingin diwujudkan persyarikatan bukan sekadar kemakmuran materiil, namun juga kemakmuran secara batiniah.
Abdul Mu'ti kemudian mengutip masukan dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin saat Tanwir di Kupang yang mengatakan bahwa kemakmuran yang ingin menjadi cita-cita Muhammadiyah bukan hanya pada welfare atau kemakmuran fisik.
Muhammadiyah perlu pula menghadirkan kemakmuran berbasis wellbeing, atau pemenuhan kebutuhan kemakmuran spirituil.
“Negara-negara Skandinavia itu makmur. Seperti Finlandia, itu makmur dan maju. Tapi tingkat stres masyarakatnya tinggi. Secara mental kosong,” ujar Abdul Mu’ti.
Demikian pula Korea Selatan, lanjut Abdul Mu'ti ekonominya sangat maju, tapi sekaligus menjadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.
Karena itu Muhammadiyah ingin menghadirkan kemakmuran baik lahir maupun batin. Ikhtiar yang dilakukan adalah dengan memperkuat kualitas pendidikan.
Negara-negara Makmur, lanjut Menteri, bisa dipastikan kualitas pendidikan masyarakatnya bagus. Sebaliknya negara-negara yang belum maju karena kualitas pendidikannya yang rendah.
Pengajian ini dihadiri tokoh-tokoh penting Muhammadiyah Kota Solo, seperti Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, K.H. Anwar Sholeh, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang PP Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiaji, Rektor Universias Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Sofyan Anif.
Baca Juga: Prabowo tegaskan PPN 12 persen hanya untuk barang mewah: Kita tetap lindungi rakyat kecil
Kemudian Rektor ITS PKU Muhammadiyah, Weni Hastuti, Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, Mardiatmo, Walikota Solo Terpilih periode 2025-2030, Respati Ardi, serta para pengurus Muhammadiyah dan organisasi otonom serta warga persyarikatan pada umumnya.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, dr. Mardiatmo dalam sambutanya mengatakan bahwa Tablig Akbar tersebut sebagai puncak resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah sekaligus Milad ke-97 rumah sakit yang ia pimpin.
Selama ini Muhammadiyah sudah bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Dia bersyukur RS PKU Muhammadiyah di usia ke-97 ini telah berkembang secara luar biasa.
"Ini menjadi bukti Muhammadiyah selama ini menjadi gudang para intelektual dan profesional," ujarnya.