Kepala Kebijakan dan Penelitian CISDI Olivia Herlinda, menjelaskan keterkaitan antara kualitas kesehatan dengan transportasi publik.
"Pengetahuan mengenai keterkaitan masalah kesehatan dengan transportasi sangat penting. Keduanya saling berkaitan," kata Olivia forum diskusi publik di Taman Literasi Martha Tiahahu, Jakarta Selatan, pada 25 Maret 2023 lalu.
"Contoh, kemacetan bisa menghasilkan tingkat stress yang tinggi, sementara polusi udara juga bisa menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya," pungkasnya.
Manajemen di Sektor Transportasi
Selain permasalahan kesehatan, terdapat juga masalah yang berkaitan dengan manajemen sektor transportasi publik yang perlu dibenahi oleh otoritas terkait.
Kepala Divisi Sosial di Media Straveneus Bimo Chaderi menyebut, pentingnya manajemen pembangunan kota yang inklusif (melibatkan semua kalangan), termasuk di sektor transportasi.
"Kota seharusnya direncanakan untuk mengakomodasi aktivitas semua lapisan masyarakat. Inklusivitas adalah kewajiban dalam perencanaan kota, termasuk di sektor transportasi," kata Bimo dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: KPU : Tak ada tempat bagi kotak kosong dalam kampanye debat Pilkada 2024
Bimo juga menyampaikan, layanan transportasi umum yang ramah akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Transportasi umum yang ramah bagi seluruh kalangan akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan," ungkapnya.
Sarang Pelecehan Seksual
Di sisi lain, Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) merilis hasil survei nasional terkait pelecehan seksual di ruang publik.
Hasil survei itu menunjukkan moda transportasi publik merupakan tempat kedua tertinggi terjadinya pelecehan seksual.
Dalam analisis data survei, KRPA menemukan sebanyak 46,80 persen responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual saat berada di dalam transportasi umum.