"Kalau sekarang ada pihak-pihak yang ingin mengidentikan Indonesia hanya dari satu kelompok, berarti gak belajar sejarah," tuturnya.
Senada dengan Kapolres Subang, Dandim 0605 Letkol Inf Bambang Raditya menyebut bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keanekaragaman paling kaya di dunia dengan ratusan suku dengan bahasa yang berbeda-beda.
"Kita juga memiliki agama yang berbeda-beda juga, semuanya hidup berdampingan secara damai," kata Bambang Raditya.
Baca Juga: Rakor GTRA, disamping aset, masyarakat di daerah TORA akan diberikan akses permodalan
Dandim 0605 juga menyoroti isu-isu terkait fhobia terhadap salah satu agama yang sudah diakui oleh Pemerintah Indonesia dengan maraknya berita hoax.
Iapun meminta masyarakat terlebih warga masyarakat di Kabupaten Subang untuk belajar dari kasus-kasus konflik yang pernah terjadi di Indonesia pada masa-masa yang telah berlalu.
"Toleransi umat beragama ini, memang gampang-gampang sulit, semuanya tergantung kita, penyuluh-penyuluh agama, aparat-aparat pemerintah, mau gak kita lebih peka," kata Bambang Raditya.
Baca Juga: Gowes Bareng DPRD Subang, anggota DPR RI Farah Puteri Nahlia sumbang 2 Motor untuk hadiah utama
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Subang, Budiono Ilyas mengatakan bahwa di Kabupaten Subang selama ini tidak ada konflik yang menonjol terkait kehidupan antarumat beragama yang masuk ke ranah hukum.
"Kalaupun ada gesekan itu wajar, dinamika kehidupan, tapi itu tidak mencuat sampai ke ranah hukum dan bisa diselesaikan secara baik-baik, dengan kekeluargaan dan dengan mediasi," kata Budiono Ilyas.
Terkait pembangunan tempat Ibadah, Ketua FKUB Subang juga menyebut bahwa pihaknya menjalankan organisasi tersebut berdasarkan tugas dan fungsinya.
"Acuan kita adalah terkait pembangunan rumah Ibadah surat keputusan dua menteri, disitu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan rumah ibadah," kata Budioni Ilyas.
Baca Juga: Mahasiswa Prodi Manajemen STIESA belajar tentang bisnis destinasi wisata di Bumi Talaga Sundayana
Pihaknya pun menyebut bahwa di Kabupaten Subang saat ini sedang ada beberapa proses pembangunan rumah ibadah yang sedang dijalankan, namun belum pada sebuah penyelesaian.
"Kita lagi coba meneliti, terpenuhi gak syarat-syarat sesuai dengan regulasi SKB dua menteri," ucapnya.
Artikel Terkait
Haji 2023, Kasi PHU Subang sebut 1.127 Jamaah Subang siap berangkat dari total kuota 1.170 yang tersedia
Tidak ada kuota pendamping lansia di Haji 2023, Keluarga jamaah memilih menangguhkan keberangkatan
Blusukan ke desa-desa, AKBP Sumarni sambangi rumah Caswan, buruh tani yang menempati gubuk reot puluhan tahun
Peduli dunia pendidikan, PT DAHANA beri bantuan fasilitas air bersih SMP YARMIC di Subang
Kurang dari 24 Jam, Polsek Patokbeusi amankan pelaku pembacokan
Maju di Pilkada Subang 2024, seperti ini pandangan Mochamad Lukmantias Amin terhadap Subang saat ini
Ratusan kader Pemuda Muhammadiyah Subang ikuti sosialisasi GERMAS