Berdasarkan data dalam bahan pemberitaan, jumlah orang terdampak mencapai 331 orang, dengan 199 pasien menjalani rawat inap hingga Kamis 22 Oktober 2026.
Angka tersebut menunjukkan besarnya penanganan medis yang diperlukan dalam kasus ini.
Biaya pengobatan para korban disebut akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pendataan korban juga masih berlangsung untuk memastikan jumlah orang yang terdampak.
Baca Juga: Bupati Subang Kang Rey dorong PKK lebih kreatif, keluarga sejahtera jadi target utama
Penanganan medis menjadi prioritas selama penyebab kejadian masih diselidiki.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan sampel makanan akan menjadi bagian penting dalam proses penelusuran dugaan keracunan tersebut.
Kasus ini kembali menempatkan keamanan pangan sebagai hal penting dalam penyediaan makanan bagi siswa melalui program MBG.
Namun, penentuan penyebab kejadian tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.***
Artikel Terkait
Bikin geram! Dua pegawai SPPG Galang Barat 2 cemooh korban keracunan MBG, sebut gejala terjadi saat mengkonsumsi telur
BGN soroti yayasan minta setoran Rp2.000 per porsi dari mitra MBG
Hampir 1.000 dapur MBG baru disiapkan, BGN fokus sasar wilayah ini
13 Ribu dapur MBG dipersoalkan, Agus Sulistriyono: Telusuri prosesnya, jangan asal loloskan
BEM Subang desak evaluasi MBG dan perbaikan sekolah, beasiswa satu desa satu sarjana disorot
Bangunan meledak di Pasar Cimanggis dikira gudang SPPG, BGN tegaskan bukan bagian MBG
Sekolah bisa terapkan MBG prasmanan, BGN ungkap syarat dan aturan porsinya