Untuk mempercepat penyaluran BBM, Pertamina menyiapkan penambahan armada pengangkut dari 90 menjadi 105 unit.
Penambahan tersebut diharapkan membantu mempercepat distribusi BBM menuju SPBU, terutama di wilayah yang masih mengalami antrean panjang.
Baca Juga: IHSG anjlok lagi, apa dampaknya pada masyarakat kecil? Ini penjelasannya
Di sisi lain, pengoperasian SPBU selama 24 jam juga menjadi langkah yang disiapkan untuk memperluas waktu pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan 52 SPBU dengan layanan tersebut di enam wilayah Bali, sedangkan pemerintah daerah bersama Pertamina menyiapkan layanan serupa di 92 SPBU Denpasar dan Badung.
Meski berbagai langkah telah disiapkan, laporan antrean pada Rabu pagi menunjukkan bahwa masyarakat di sejumlah lokasi masih menghadapi kesulitan memperoleh BBM.
Karena itu, percepatan distribusi perlu berjalan seiring dengan kesiapan operasional SPBU agar pasokan yang tersedia dapat segera diterima konsumen.
Baca Juga: Warga Sidajaya gotong royong cor jalan 600 meter, akses petani dua dusun jadi perhatian
Bagi warga Bali, kepastian ketersediaan BBM menjadi kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Pemulihan pelayanan di SPBU pun menjadi hal yang dinantikan agar masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama dalam antrean.***
Artikel Terkait
Masuk Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi bakal naik? Ini penjelasan Wamen ESDM
Target pemulihan pasokan BBM Bali belum terwujud merata, warga masih antre
Viral! Gubernur Bali adu mulut dengan petugas SPBU saat tinjau antrean BBM Bali, ini yang disorot
Bali terapkan WFH dan PJJ selama 3 hari imbas antrean BBM mengular di SPBU
Pertamina minta maaf soal BBM Bali langka, kapan antrean berakhir?
Antrean BBM Bali tutup akses Alfamart, pegawai bingung kejar sales lantaran pengunjung susah datang
Bensin eceran 1,5 liter dibanderol Rp100–200 ribu di Bali, warganet soroti harga tak wajar