Masyarakat diimbau tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi laut dinilai tidak aman.
Operator kapal juga perlu memperhatikan informasi resmi dan mengikuti arahan keselamatan dari otoritas pelabuhan setempat.
Baca Juga: Polisi soroti atraksi berbahaya di jalur wisata Ciater, komunitas motor diingatkan tertib
Bagi nelayan, pemantauan cuaca sebelum melaut menjadi langkah penting untuk mempertimbangkan keselamatan selama beraktivitas di perairan.
Informasi mengenai tinggi gelombang dan kecepatan angin dapat membantu masyarakat memahami potensi risiko sebelum memutuskan berlayar.
Peringatan berlaku hingga 14 Oktober 2026
Peringatan dini gelombang tinggi yang tercantum dalam informasi BMKG tersebut berlaku hingga Rabu 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Masyarakat diimbau memeriksa pembaruan informasi, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di perairan selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Samudra Hindia bagian barat Sumatra.
Baca Juga: Persib tantang pemuncak klasemen Dewa United, mampukah Maung Bandung menang?
BMKG menyediakan informasi mengenai tinggi gelombang, kondisi angin, dan wilayah perairan yang berpotensi terdampak melalui laman resmi cuaca maritim.
Dengan memantau pembaruan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi perairan sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di laut.
Peringatan ini menjadi pengingat bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk mengutamakan keselamatan serta menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kondisi cuaca maritim.***
Artikel Terkait
Bibit Siklon Tropis 93W dan 91S muncul bersamaan, BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan gelombang tinggi
Prediksi hujan lebat masih bayangi Sumatera Utara, BMKG jelaskan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S
Banjir susulan terjang Sumatera Barat, Maninjau dan Kuranji kembali terendam di tengah peringatan cuaca BMKG
Gempa magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Seribu pagi tadi, ini analisis BMKG soal potensi tsunami
Rob Jawa Timur 4-10 Oktober, BMKG ungkap wilayah yang perlu diwaspadai
BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem di Jabodetabek 10-11 Oktober, ini daftar wilayahnya
Gempa M 5,7 guncang wilayah Sukabumi, ini data terbaru BMKG