Baca Juga: Siswa MAN 2 Binong diingatkan tak mudah terprovokasi medsos, ini pesan Kapolsek
Maruarar ingatkan Bank BJB tak jadi penonton
Maruarar menyayangkan capaian Bank BJB tersebut karena Jawa Barat dinilai memiliki potensi masyarakat dan UMKM yang besar.
Ia juga mengingatkan agar Bank BJB tidak hanya mengandalkan dana captive atau dana yang mengendap dari lingkungan pemerintah daerah.
“Nanti akhirnya Bank Jabar hanya jadi penonton, karena bank-bank lain yang masuk ke Jawa Barat,” sentil Maruarar.
Teguran itu kemudian mendapat respons langsung dari Sekda Jawa Barat Herman Suryatman. Ia membenarkan data yang ditampilkan dan menyebut angka tersebut merupakan kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Rocky Gerung jadi anggota Wantimpres, Ferry Irwandi: Saya tidak akan ikuti jejak yang sama
“Benar Pak, tidak ada manipulasi data. Ini kinerja asli Bank Jabar,” kata Herman.
Menurut Herman, kondisi Bank BJB pada 2026 tidak terlepas dari dua fokus yang sedang dijalankan, yakni proses pemulihan sekaligus tetap mendorong kinerja bisnis.
“Saat ini memang ada dua fokus. Di satu sisi kami sedang recovery Pak, dengan pekerjaan rumah sebelumnya. Di sisi lain kami tetap harus memacu kinerja di 2026,” jelasnya.
Bank BJB janji kejar target
Herman mengatakan Bank BJB harus menjaga keseimbangan antara prinsip kehati-hatian perbankan atau prudensial dengan pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: 17 Ribu kasus ISPA Palembang imbas kabut asap karhutla: Paru-paru jadi taruhan
“Jadi memang dua konsen di antara prudensial dengan progresivitas dengan pertumbuhan. Memang ini berat, tapi untuk memastikan Bank Jabar-nya stabil, Bank Jabar-nya sehat, dan sekarang sudah recovery,” tambahnya.
Ia menyebut kepercayaan merupakan bagian penting dalam bisnis perbankan sehingga stabilitas tetap menjadi perhatian di tengah proses pemulihan.
Artikel Terkait
Cinta lama bersemi di GBLA, Maruarar Sirait siap kucurkan Rp100 miliar untuk Persib Bandung
Persib menuju klub modern: Maruarar Sirait suntik investasi dan siapkan bursa saham
Menteri PKP Maruarar Sirait janjikan rumah bersubsidi untuk keluarga Affan Kurniawan
Kasus dugaan korupsi kredit Bank BJB: Ajukan dengan dokumen fiktif hingga kerugian negara mencapai Rp8,7 miliar
PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan
Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit