Namun, Herman mengakui realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan masih berada di kisaran Rp90 miliar atau sekitar 17 persen dari target.
“Sekarang baru di kisaran 90 miliar atau 17 persen saja,” ungkapnya.
Baca Juga: 27 Pejabat Polri dilantik, 23 Pati naik pangkat, Kapolda Metro menyusul
Herman memastikan Bank BJB akan mengejar sisa target pada kuartal terakhir 2026. Ia menargetkan realisasi pada Oktober dapat bertambah hingga mencapai sekitar Rp200 miliar.
“Insyaallah bulan Oktober ini closing 113 miliar… kurang lebih realisasi di 200 miliar sehingga bisa menembus bulan Oktober ini 40 persen. Kami akan kejar November dan Desember,” tegasnya.
Untuk mengejar target tersebut, jajaran Bank BJB akan mengoptimalkan pendekatan langsung ke lapangan.
Herman menyebut seluruh sisi ekosistem pembiayaan akan disisir, mulai dari funding dan lending hingga supply dan demand.
Baca Juga: Anies sambangi rumah Mahfud di Jogja, satu hal ini bikin pertemuan mereka penuh kenangan
“Cara ngejarnya gimana? Ya tentu dengan optimasi ke lapangan Pak. Cek, recheck, crosscheck, dan pendekatannya harus ekosistem, baik di funding maupun di lending, di supply maupun di demand semuanya harus disisir Pak,” pungkasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan antara jajaran pusat dan cabang Bank BJB dalam mengejar target penyaluran tersebut.
“Tentu ini harus teamwork, ya bukan superman tapi pendekatan superteam antara pusat dengan cabang,” tutup Herman.***
Artikel Terkait
Cinta lama bersemi di GBLA, Maruarar Sirait siap kucurkan Rp100 miliar untuk Persib Bandung
Persib menuju klub modern: Maruarar Sirait suntik investasi dan siapkan bursa saham
Menteri PKP Maruarar Sirait janjikan rumah bersubsidi untuk keluarga Affan Kurniawan
Kasus dugaan korupsi kredit Bank BJB: Ajukan dengan dokumen fiktif hingga kerugian negara mencapai Rp8,7 miliar
PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan
Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit