Kronologi penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano, ABK kapal 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB
Penemuan jenazah ABK kapal 5 jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi GAK (Instagram/kantorsar_banten)
Penemuan jenazah ABK kapal 5 jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi GAK (Instagram/kantorsar_banten)

Hasil DNA pastikan identitas Surakman

Setelah menjalani proses identifikasi, pemeriksaan DNA memastikan bahwa jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 merupakan Surakman.

Hengky menyebut hasil pemeriksaan dilakukan melalui operasi DVI Pusdokkes Polri. Hasil tersebut juga memastikan hubungan biologis antara jenazah dengan Yayan yang menjadi data pembanding dalam proses identifikasi.

“Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” ucap Hengky.

Baca Juga: Karhutla melanda Kalimantan, siswa Kaltim hingga Kalbar masih menanti sekolahnya kembali dibuka

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, identitas jenazah yang sebelumnya belum diketahui akhirnya dipastikan sebagai salah satu ABK KM Arupadhatu 1 yang hilang.

Tim SAR sempat menyisir perairan Enggano

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten Amrad mengatakan tim SAR gabungan juga telah melakukan penyisiran di perairan sekitar Pulau Enggano setelah jenazah ditemukan.

Menurut Amrad, operasi pencarian dilakukan sesuai dengan prosedur pencarian dan pertolongan. Pencarian berlangsung selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang selama tiga hari setelah dilakukan evaluasi.

Baca Juga: Duka banjir bandang di Solok: 2 Korban dilaporkan hilang, rumah hingga fasum porak-poranda

“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” jelas Amrad.

Dalam proses pencarian tersebut, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.

Upaya pencarian juga melibatkan berbagai pihak, termasuk stasiun radio pantai, nelayan, serta masyarakat di sekitar wilayah pesisir Lampung melalui penyebaran informasi pencarian.

Baca Juga: 14 Orang kena OTT KPK, mengapa hanya Bupati Bolmut yang jadi tersangka di kasus pemerasan?

Jenazah Surakman dijadwalkan tiba di Jakarta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X