“Ini tentu PR kita semuanya, kita sama-sama berkolaborasi dengan masyarakat, organisasi masyarakat lainnya untuk mewujudkannya,” kata Kang Akur.
Kolaborasi tersebut menjadi penting ketika potensi yang ada di lingkungan pesantren diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang melibatkan santri dan masyarakat.
Pada agenda tersebut, Kang Akur hadir bersama Anggota DPR RI Komisi VIII Maman Imanul Haq, Kapolres Subang, Kepala Kemenag Subang, Ketua PC NU Subang, Ketua Baznas Subang, Camat Subang, Lurah Dangdeur, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Salafiyah Terpadu Nurul Anwar Mubtadi’in pun menjadi momentum untuk menyoroti kegiatan lingkungan yang telah berjalan di pesantren tersebut.
Bagi para santri, pengelolaan sampah menjadi bagian dari aktivitas yang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga keterampilan dalam memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Program edukasi serupa di pesantren tersebut sejak 2025 memang diarahkan agar sampah tidak sekadar dibuang atau dibakar, melainkan dipilah dan dikelola sehingga memiliki manfaat.***
Artikel Terkait
Sosok Tita Andriani: Bank Sampah jadi solusi sampah di Subang, terinspirasi kepedulian KDM
Evi Nur’Afiah dorong UMKM dan bank sampah di Dapil 1, solusi ekonomi dan sampah Subang
Viral pimpinan ponpes Tebo Jambi diduga rudapaksa 7 santriwati di ruang kelas hingga kandang kambing
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Sentilan WALHI sebut kegagalan pengelolaan sampah
Ratusan siswa ikuti MPLS di SMPN 6 Subang, isu sampah jadi sorotan: Wajib bawa ‘tiket pulang’
Misteri temuan jasad dalam karung beras di Rawageni Depok, hebohkan warga saat pembakaran sampah
Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia