Dugaan kemiringan masih dalam investigasi
Mengenai penyebab kecelakaan, Heri mengatakan dugaan sementara masih dalam proses investigasi.
Kementerian Perhubungan akan mengusut sejumlah kemungkinan faktor yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Baca Juga: Gaji manajer koperasi tak cukup berbasis jabatan, kompetensi dan kinerja harus jadi ukuran
Penyelidikan akan mencakup faktor alam, teknis maupun manusia.
Heri juga menjelaskan bahwa KM Virgo Transport 8 diduga mengalami kemiringan sebelum hilang kontak di sekitar Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA.
Namun, dugaan kemiringan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kapal terbalik karena proses investigasi masih berlangsung.
"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo," beber Heri.
Baca Juga: PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan
"Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," tandasnya.
KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin terus memantau perkembangan penanganan insiden secara berkala.
Pembaruan informasi resmi akan disampaikan kepada masyarakat seiring dengan perkembangan proses pencarian dan penanganan di lapangan.***
Artikel Terkait
Viral kapal tanker Pertamina diduga terjebak di Selat Hormuz, kru bukan WNI
2 Kapal kargo MSC di Selat Hormuz digeruduk pasukan bertopeng, AS sebut aksi perompakan
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
Kapal pengangkut narkoba di Bintan kena sergap, 65 karung berisi 1.300 bungkus teh Cina kini diamankan BNN
Satu nakhoda kapal disanksi, buntut viralnya rombongan Jessica Mila liburan ke Pulau Padar saat pelayaran ditutup
Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak, pencarian 243 penumpang dengan kapal TNI AL hingga jalur udara
69 Korban kecelakaan KM Virgo yang selamat dilaporkan alami trauma berat hingga sesak napas