Warga Biak Numfor Papua keluhkan kabut asap karhutla, bandingkan situasi bertolak belakang dalam waktu 2 bulan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:18 WIB
Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua (TikTok/sickmundfreud)
Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua (TikTok/sickmundfreud)

Unggahan tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap warga yang berada dekat dengan kawasan terdampak kebakaran, terutama ketika asap masih menyelimuti wilayah sekitar tempat tinggal mereka.

Sekolah diliburkan sementara

Karhutla di Kabupaten Biak Numfor, Papua, telah terjadi sejak Jumat, 21 Agustus 2026. Kabut asap yang muncul akibat kebakaran kemudian turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor memberikan arahan agar sekolah diliburkan sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.

Baca Juga: Tidak main-main! Prabowo tegaskan cabut izin korporasi jika terlibat praktik pembakaran lahan

Kondisi tersebut akan dipantau selama satu pekan ke depan untuk menentukan keberlanjutan kegiatan belajar-mengajar.

Apabila kabut asap belum mereda, pembelajaran daring menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan.

Selain berdampak terhadap aktivitas sekolah, penanganan karhutla juga terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR. Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung proses penanganan kebakaran hutan dan lahan di Biak Numfor.

“Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, ada personel yang bertugas secara mobile dan ada yang standby on call,” ujar Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, kepada awak media pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Baca Juga: Viral siswa SMA di Bener Meriah Aceh diduga jadi korban pengeroyokan kakak kelas: Dipiting dan ditendang hingga tak berdaya

Para personel tersebut kemudian dibagi menjadi dua tim selama menjalankan tugas penanganan karhutla.

Kondisi kabut asap dan kebakaran hutan di Biak Numfor pun masih menjadi perhatian, terutama karena dampaknya dirasakan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan serta terganggunya kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X