Baca Juga: Maba UNNES tewas dalam kecelakaan di Gunungpati Semarang, jadwal padat ospek kampus kini disorot
Korban mengalami sejumlah luka
Ibu korban berinisial SU mengungkapkan kondisi anaknya setelah dugaan kekerasan tersebut.
Korban disebut mengeluhkan sakit pada bagian kepala dan perut serta mengalami lebam pada sejumlah bagian tubuh.
Kondisi tersebut membuat keluarga memilih menempuh jalur hukum.
Mereka berharap laporan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga dugaan kekerasan terhadap korban bisa diusut secara terang.
SU juga berharap proses hukum terhadap kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi lingkungan pendidikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan mendapatkan perlindungan," tegas SU.
"Karena itu, kami meminta seluruh pihak terkait mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap pelajar di Kebumen," tandasnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Karena melibatkan pelajar yang masih di bawah umur, penanganan perkara dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak.***
Artikel Terkait
Lawan perundungan dari sekolah, SMPN 6 Subang gaungkan deklarasi anti-bullying
Sorotan wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, alumni FK Unsri ungkap dugaan beban kerja hingga perundungan
Viral unggahan alumni sebut jadi korban perundungan oleh oknum guru, SMAN 2 Bantul buka suara
BSI tegaskan zero tolerance terhadap pelecehan dan perundungan di lingkungan kerja
Dugaan perundungan PPDS Anestesi, Kemenkes hentikan sementara program di RSUP Kandou
Di balik insiden ledakan di MAN 3 Padang, terduga pelaku siswa diduga tiru aksi dan alami perundungan
Momentum HAN 2026, Bunda PAUD Subang dorong PAUD ramah anak dan bebas perundungan