Baca Juga: Muharram 1448 H: PKK Subang ajak warga tak abai pada nasib anak yatim
Ia juga menegaskan bahwa iTax merupakan inovasi baru yang mulai diterapkan pada 2026. Sementara tapping box sudah lebih dulu digunakan, meski jumlahnya masih terbatas.
Bapenda akui kendala anggaran
Bapenda Subang mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab belum meratanya pemasangan alat pemantau pajak tersebut.
“Bukan belum terdata, tapi memang alatnya terbatas. iTax itu baru ada tahun ini, sebelumnya belum ada,” jelas Yeni.
Baca Juga: Dilantik jadi kepala BGN yang baru, Sudaryono: Saya dan keluarga tidak punya dapur SPPG
Ke depan, Bapenda berencana menambah jumlah perangkat guna memperkuat pengawasan dan mendorong transparansi pelaporan omzet wajib pajak.
Dengan peningkatan sistem pengawasan berbasis digital, diharapkan potensi kebocoran pajak dapat ditekan dan pendapatan daerah dari sektor restoran, rumah makan, dan hotel bisa lebih optimal.***
Artikel Terkait
Bangun Subang, Kepala Bapenda sebut sektor usaha terutama restoran dan hiburan punya andil besar
Kejar setoran Rp5 miliar, Bapenda Subang mulai lakukan pemeriksaan wajib pajak pada usaha restoran dan kafe: Target 100 wajib pajak
Masih ingat lomba masak nasi goreng khas Mbak Ita? terungkap di persidangan Tipikor acara didanai potongan insentif pegawai Bapenda
Ada ‘iuran kebersamaan’ dari potongan insentif pegawai Bapenda Kota Semarang, Mbak Ita terima setoran Rp3,8 miliar selama 2 tahun
Bidik PAD Rp1,045 triliun di 2026, Bapenda Subang fokus garap pajak restoran hingga pabrik baru
DPRD Subang bedah APBD dan Raperda Kesehatan, eksekutif janji genjot PAD hingga perkuat layanan publik
Rebut pengelolaan Sari Ater, Kang Rey buka 'beauty contest' : Siapa berani tawar PAD tertinggi?