Koordinasi dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam serta Polda Sumatera Barat untuk memastikan identitas korban dan kronologi kejadian.
Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi, membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Ia menyebut pihaknya langsung melakukan verifikasi setelah video tersebut menjadi perhatian publik.
Dari hasil koordinasi sementara, korban bernama Ayu diketahui berasal dari daerah tersebut.
Diduga berangkat nonprosedural
Dalam penelusuran awal, kedua korban diduga berangkat ke luar negeri tidak melalui jalur resmi atau nonprosedural.
Hal ini membuat BP3MI tidak memiliki data terkait keberangkatan mereka sebagai pekerja migran.
Menurut Jupriyadi, kondisi seperti ini kerap menyulitkan proses perlindungan sejak awal karena tidak tercatat dalam sistem resmi.
Biasanya, pihak berwenang baru mengetahui keberadaan pekerja migran nonprosedural setelah muncul permasalahan di luar negeri.
Kuat dugaan terkait pekerjaan scam
BP3MI juga menduga bahwa pekerjaan yang dijalani korban berkaitan dengan praktik penipuan daring atau scamming.
Wilayah tertentu di Myanmar memang dikenal sebagai lokasi aktivitas ilegal berbasis digital yang melibatkan pekerja asing.
Baca Juga: Ruang kelas bocor disorot, Kang Rey pastikan perbaikan sekolah dikawal ketat
Artikel Terkait
3 WNI diduga akan berangkat haji jalur ilegal dari Bandara YIA, imigrasi ungkap modus liburan ke Singapura dan Malaysia
Polisi buru sponsor sindikat judol internasional di Jakbar, satu WNI pernah kerja di Kamboja
Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
WNI relawan GSF Hendro Prasetyo bongkar aksi pengecut militer Israel, sebut kebaikan yang terlihat justru jadi penderitaan
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Kasus WNI tewas di Jepang, pelaku akui sengaja lakukan penusukan