Saba desa jadi cara awasi proyek
Kang Rey juga menekankan bahwa program Saba Desa bukan sekadar agenda kunjungan rutin, melainkan menjadi sarana pengawasan langsung terhadap pembangunan di daerah.
Melalui kegiatan yang digelar setiap Jumat tersebut, dirinya bisa memantau progres pekerjaan yang dilakukan oleh dinas terkait, termasuk proyek rehabilitasi sekolah.
“Setiap Jumat kita turun untuk mengecek langsung pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Dengan pengawasan langsung, pemerintah daerah dapat segera mengetahui kendala yang muncul dan melakukan tindak lanjut secara cepat.
Baca Juga: Ratusan siswa ikuti MPLS di SMPN 6 Subang, isu sampah jadi sorotan: Wajib bawa ‘tiket pulang’
“Kalau ada kekurangan atau hal yang tidak bagus, bisa langsung kita tindak lanjuti,” tambahnya.
Dua sekolah direhabilitasi di Binong
Dalam kunjungan tersebut, Kang Rey meninjau rehabilitasi ruang kelas di SD Negeri Cicadas dengan nilai kontrak sekitar Rp199 juta yang bersumber dari APBD 2026.
Selain itu, ia juga mengecek proyek serupa di SDN Citra Binong dengan nilai kontrak sekitar Rp199,8 juta.
Kedua proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Subang dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan secara bertahap.
Baca Juga: Webinar Promedia Group: Bedah platform untuk hasilkan konten sesuai karakter media sosial
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Subang, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, serta kepala perangkat daerah dan unsur kecamatan.
Melalui pengawasan langsung dan komitmen perbaikan, diharapkan tidak ada lagi ruang kelas rusak yang mengganggu proses belajar siswa di Subang.***
Artikel Terkait
Ada penghematan uang negara hingga Rp306 triliun, Presiden Prabowo: Saya ingin perbaiki sekolah rusak di Indonesia
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Haru siswa SMP di Sumedang pamit ke teman, diduga putus sekolah demi bantu ortu
Kepala sekolah di Subang soroti tantangan pendidikan, tekankan peran orang tua di era digital
Viral keluhan siswi Malut soal jalur ekstrem ke sekolah, minta dibangunkan jembatan ke Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos
MBG disebut bakal diurus kantin sekolah, mirip pembagian makan siswa yang diterapkan Jepang?
'Mismatch' pendidikan makin nyata: Sekolah dituntut berubah, masyarakat masih terjebak pola lama