Dugaan motif berkaitan dengan perundungan
Selain faktor peniruan, muncul dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh kondisi psikologis pelaku.
Baca Juga: DPRD Subang soroti keterbatasan fiskal, fraksi dorong strategi inovatif di KUA-PPAS 2027
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati, menyebut pelaku diduga mengalami tekanan akibat perundungan di lingkungan sekolah.
“Pelaku merupakan siswa kelas 12 yang dipicu masalah psikologis dan diduga kerap mengalami bullying,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pelaku mengambil langkah ekstrem dengan merakit bahan peledak berdaya rendah.
Tidak ada korban, penyelidikan masih berlanjut
Meski ledakan sempat menggegerkan lingkungan sekolah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka soroti Wabup Lombok Tengah yang menjenguk tersangka pembakaran santri
Namun, kasus ini masih terus didalami untuk memastikan motif utama serta kemungkinan faktor lain yang melatarbelakangi tindakan pelaku.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk mendalami kondisi psikologis pelaku dan lingkungan sosialnya.***
Artikel Terkait
Bom BNT 250 masuki uji operasional terakhir: Langkah besar RI menuju kemandirian alutsista
ESAI: Bom waktu di balik euforia UHC, ketika anggaran menyusut, harapan publik menguap
Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas
Bom BNT-250 resmi kantongi sertifikasi Kemhan, PT Dahana siap produksi massal untuk TNI AU
4 Fakta ledakan diduga bom sisa PD II di Biak Papua, 5 orang tewas dan 3 hilang
Dalami motif pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah, polisi ungkap ada kekecewaan pribadi
Viral pesan singkat berujung pengamanan gegana di SDN Srengseng Sawah Jaksel, benarkah ada ancaman bom