Baca Juga: Sentilan tegas Prabowo pada orang kaya: Pakai Lamborghini, tidak masalah dong bayar mahal BBM
Surat diduga ungkap pergolakan batin
Di media sosial, beredar isi surat yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.
Dalam surat tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga karena merasa belum menjadi sosok yang diharapkan.
“Maafin kalau jarang cerita atau ngobrol. Belum bisa berpikir dewasa, mengecewakan keluarga,” demikian isi pesan dalam surat tersebut.
Selain itu, korban juga diduga mengungkapkan perasaan tertekan terkait pekerjaannya sebagai Kepala SPPG.
Ia bahkan menyinggung rekan kerja di dapur dan merasa belum pantas menduduki posisi tersebut.
“Kepada rekan kerja dapur, maafin saya banyak kurangnya. Saya belum pantas mendapatkan posisi itu,” tulisnya.
Korban juga mengaku merasa tidak mampu bekerja secara maksimal dan khawatir menjadi beban bagi rekan-rekannya.
“Saya tidak bisa bekerja dengan semestinya, maaf jadi beban kalian,” lanjut isi surat tersebut.
Baca Juga: Dari keluarga kuat, Indonesia hebat: PKK Subang tegaskan peran strategis ketahanan keluarga
Masih tunggu penyelidikan lanjutan
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul dugaan adanya tekanan kerja dan pergolakan batin yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Artikel Terkait
Viral supplier curhat alasan menolak kerja sama SPPG: Dari minta harga rendah hingga nota kosongan
Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?
Usulkan pecah dapur SPPG, CEO Promedia Group: Optimalkan UMKM dan katering warga untuk program makan siang warga kurang mampu
Viral dugaan pembakaran sampah SPPG di Kudus dekat permukiman, warga keluhkan asap dan bau menyengat
Menyoroti temuan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap, terungkap lokasinya di kuburan hingga hutan
Salah satunya tolak wacana bangun SPPG, viral Wakil Rektor UNY marah-marah saat mahasiswa akan gelar aksi
Drama kasus MBG di tengah mundurnya Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar nama yang minta jatah titik SPPG nambah lagi