Blak-blakan Menkeu Purbaya soal Prabowo di podcast Denny Sumargo: Presiden menerima masukan dan menerapkan dengan baik

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 3 Juli 2026 | 17:48 WIB
Menkeu Purbaya ungkap komunikasi para menteri dengan Presiden Prabowo (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya ungkap komunikasi para menteri dengan Presiden Prabowo (Instagram/menkeuri)

Baca Juga: Kejar penurunan stunting, Subang targetkan sisa 2 persen pada 2026

Diskusi APBN hingga defisit jadi sorotan

Purbaya juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Presiden tidak hanya membahas program, tetapi juga menyangkut kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menyinggung adanya persepsi publik yang menganggap Presiden mengambil keputusan fiskal secara sembarangan, termasuk terkait potensi defisit anggaran.

“Orang pikir Presiden sembarangan. Orang salah sangka Presiden dan sangkanya waktu APBN segala macam,” ujarnya.

Baca Juga: Demokrat Subang soroti pentingnya pendidikan politik perempuan, kuota 30 persen jadi prioritas

Purbaya menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut, dirinya sempat memberikan masukan terkait batas defisit anggaran agar tidak melampaui 3 persen.

“Kalau sekarang kita tembus 4 persen, di atas 3 persen semua pasti akan meributkan kita. Kita akan diserang, kita enggak bisa jaga stabilitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden mampu menerima masukan tersebut dan menyesuaikan arah kebijakan.

“Sekarang dia malah berbalik arah, gimana defisitnya dibuat nol. Saya bilang jangan, ekonomi masih butuh dorongan, kita atur pelan-pelan ke bawah,” katanya.

Baca Juga: Viral warga tegur patwal mobil RI 21, berujung permintaan maaf dari petugas

Sumitronomics jadi arah strategi ekonomi

Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa arah kebijakan ekonomi yang diterapkan Presiden Prabowo mengacu pada konsep Sumitronomics, yakni menggabungkan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan.

“Dia Sumitronomics pasti. Stabilitas, pertumbuhan, pemerataan jadi satu,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X