“Subang ada di peringkat ke-9, artinya masuk 10 besar dan itu modalitas yang cukup baik. Hari ini Subang harus masuk 5 besar,” ujarnya.
Budiana juga menekankan pentingnya menghentikan dinamika internal yang dapat menghambat kemajuan olahraga daerah.
Baca Juga: Viral pengakuan ketua BEM FH UBK terima duit usai bertemu Wapres Gibran, apa motif di baliknya?
Bupati tekankan efektivitas dan fokus pembinaan
Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan bahwa keberhasilan KONI tidak diukur dari seremoni pelantikan, melainkan dari kontribusinya dalam mengembangkan atlet.
“Yang terpenting bukan prosesi pelantikannya, tapi bagaimana KONI Kabupaten Subang bisa betul-betul berkontribusi dan mengembangkan bakat olahraga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar pengurus fokus pada pembinaan atlet dan tidak bergantung sepenuhnya pada dana hibah.
“Hibah yang diberikan Pemda kepada KONI sejatinya adalah uang dari masyarakat, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Momentum pembenahan olahraga Subang
Pelantikan pengurus KONI Subang periode 2026–2030 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus membenahi sistem pembinaan olahraga.
Dengan sinergi antara KONI, pemerintah, dan seluruh insan olahraga, Subang diharapkan mampu mencetak atlet berprestasi dan meningkatkan posisi di ajang Porprov mendatang.***
Artikel Terkait
Kursi panas ketua KONI Subang, 63 suara rebutkan arah baru olahraga daerah
Ketua KONI Subang harus bersinergi dengan pemda, Elita Budiati soroti momentum Musorkablub 2026
Subang jadi pilot project nasional, Kementan dorong akselerasi tanam demi kejar target pangan 2026
Dari bakiak hingga joget balon, Polres Subang angkat kearifan lokal di Hari Bhayangkara
Usia 5 tahun, Chaira Khalifani Yahya asal Subang sabet 2 gelar di Miss Friendship Indonesia 2026
Buntut video viral satpam pukul pengamen, Pemkab Subang turun tangan hingga kasus berakhir damai
Bupati Subang turun langsung dukung Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Kang Rey: Data jadi kunci arah pembangunan