Awal mula kontroversi pejabat DPRD Cirebon: Bermula dari komentar 'gembrot' ke ibu-ibu pendemo yang tolak MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 18 Juni 2026 | 19:31 WIB
Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi (Instagram.com/@nowdots)
Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi (Instagram.com/@nowdots)

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat luas atas komentar yang telah menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: Gerbang DPRD Subang dijebol! Demo mahasiswa memanas, kritik keras pemerintahan Prabowo-Gibran menggema

“Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak,” ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi bentuk klarifikasi awal sekaligus respons atas kritik publik yang terus mengalir di media sosial.

Sebut dilakukan tim media

Namun demikian, dalam penjelasan lanjutannya, Nana menyebut bahwa komentar tersebut bukan ditulis langsung oleh dirinya.

Ia mengklaim akun Instagram pribadinya saat itu sedang digunakan oleh tim media digital yang membantunya mengelola akun.

Baca Juga: Viral pria diduga intel masuk kampus UMY, diamankan mahasiswa usai aksi di titik nol km Yogyakarta

“Kebetulan saat membuka Instagram, tim media saya yang menggunakan akun dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan,” jelasnya.

Pernyataan ini kemudian memicu reaksi lanjutan dari publik. Sebagian warganet menilai penjelasan tersebut sebagai upaya melempar tanggung jawab kepada pihak lain.

Akui keterbatasan teknologi

Nana juga mengungkap bahwa dirinya baru mengetahui viralnya komentar tersebut setelah menerima banyak telepon pada malam hari.

Ia mengaku memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi, sehingga tidak langsung memantau aktivitas di media sosialnya.

Baca Juga: Viral dugaan mahasiswi Unair gelapkan Rp97 juta iuran penerima KIP-K, punya jabatan menkeu di ormawa

“Saya tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena saya gaptek, sementara tim media tinggal di Kota Cirebon,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X