Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat luas atas komentar yang telah menimbulkan kegaduhan.
“Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak,” ungkapnya.
Pernyataan itu menjadi bentuk klarifikasi awal sekaligus respons atas kritik publik yang terus mengalir di media sosial.
Sebut dilakukan tim media
Namun demikian, dalam penjelasan lanjutannya, Nana menyebut bahwa komentar tersebut bukan ditulis langsung oleh dirinya.
Ia mengklaim akun Instagram pribadinya saat itu sedang digunakan oleh tim media digital yang membantunya mengelola akun.
Baca Juga: Viral pria diduga intel masuk kampus UMY, diamankan mahasiswa usai aksi di titik nol km Yogyakarta
“Kebetulan saat membuka Instagram, tim media saya yang menggunakan akun dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan,” jelasnya.
Pernyataan ini kemudian memicu reaksi lanjutan dari publik. Sebagian warganet menilai penjelasan tersebut sebagai upaya melempar tanggung jawab kepada pihak lain.
Akui keterbatasan teknologi
Nana juga mengungkap bahwa dirinya baru mengetahui viralnya komentar tersebut setelah menerima banyak telepon pada malam hari.
Ia mengaku memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi, sehingga tidak langsung memantau aktivitas di media sosialnya.
Baca Juga: Viral dugaan mahasiswi Unair gelapkan Rp97 juta iuran penerima KIP-K, punya jabatan menkeu di ormawa
“Saya tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena saya gaptek, sementara tim media tinggal di Kota Cirebon,” ujarnya.
Artikel Terkait
Soal isu tekanan tokoh besar demi izin dapur MBG, pengacara Sony Sanjaya klaim sudah laporkan 26 nama ke Kejagung
Viral kantor BGN ‘disegel’ masyarakat, massa desak evaluasi pelaksanaan MBG
Usai MBG bakal disetop ke sekolah elite, bagaimana dengan jumlah SPPG yang kini membengkak 6.877 titik?
Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?
Pagu anggaran 2027 Rp270 triliun, BGN buka peluang siswa SMA tak mendapat MBG lagi
Gerbang DPRD Subang dijebol! Demo mahasiswa memanas, kritik keras pemerintahan Prabowo-Gibran menggema
BEM Subang ‘ultimatum’ pemerintah, MBG diminta dihentikan dan dievaluasi total