Salah satu isu utama yang disorot dalam aksi tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap program yang menggunakan anggaran negara tersebut.
“Kasus BGN harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk ke tingkat daerah,” ucap Ketua HMI Cabang Subang, Anas Ahmad Laduni.
Pernyataan tersebut merujuk pada temuan Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG.
Mahasiswa menilai, program yang seharusnya membantu masyarakat justru berpotensi disalahgunakan.
Tekanan ekonomi hingga tuntutan pendidikan gratis
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin menekan masyarakat.
Isu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi sorotan utama.
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan memperberat beban ekonomi rakyat.
“Kami juga mendesak pemerintah lebih memprioritaskan sektor pendidikan gratis bagi rakyat hingga tingkat perguruan tinggi,” tegasnya.
Tuntutan ini mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap akses pendidikan yang dinilai masih belum merata dan terjangkau.
Aksi berakhir tertib
Artikel Terkait
Demo mahasiswa 12 Juni 2026: Viral video pria berbaju hitam berdiri di atas gedung sekitar Bundaran HI
Viral momen dagangan PKL diborong warga untuk mahasiswa saat lakukan aksi di Bundaran HI
Viral warga keluhkan CCTV Bundaran HI tak bisa diakses saat demo mahasiswa, Pemprov DKI: Bukan dari kanal resmi pemerintah
Viral insiden kerusuhan diskusi publik di UGM: Mahasiswa ogah dengar, pejabat bantah kabur
Buntut diskusi chaos di UGM, mahasiswa soroti sikap pejabat yang dinilai menantang publik lempar kritik
Ramai isu 'BEM Bersatu' cuman diatur untuk redam aksi mahasiswa, anggotanya dari beragam kampus dinilai janggal
Viral pria diduga intel masuk kampus UMY, diamankan mahasiswa usai aksi di titik nol km Yogyakarta