Buntut diskusi chaos di UGM, mahasiswa soroti sikap pejabat yang dinilai menantang publik lempar kritik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 17 Juni 2026 | 14:56 WIB
Menyoroti penuturan serikat mahasiswa UGM terkait diskusi publik yang diisi Nusron Wahid cs berujung ricuh (Instagram.com/@semaugm.official)
Menyoroti penuturan serikat mahasiswa UGM terkait diskusi publik yang diisi Nusron Wahid cs berujung ricuh (Instagram.com/@semaugm.official)

GENMILENIAL.ID - Polemik kericuhan dalam diskusi publik di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, masih terus bergulir dan menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang terjadi pada Senin 15 Juni 2026 itu memicu perdebatan luas, terutama terkait ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah.

Diskusi bertema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia' tersebut menghadirkan sejumlah pejabat, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Baca Juga: Viral momen kepanikan siswa saat wisuda sekolah usai gempa magnitudo 6,7 guncang wilayah Palu

Situasi memanas saat sejumlah mahasiswa berupaya menghentikan jalannya forum. Aksi tersebut kemudian berujung ricuh dan memaksa diskusi dihentikan lebih awal.

Mahasiswa soroti ucapan pejabat

Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM mengungkapkan alasan di balik aksi tersebut.

Dalam unggahan Instagram resminya pada Selasa 16 Juni 2026, mereka menyoroti pernyataan para pejabat yang dinilai memantik emosi peserta diskusi.

Menurut mahasiswa, ucapan yang mendorong publik untuk menyampaikan kritik secara langsung, bukan melalui media sosial, dianggap sebagai bentuk tantangan yang tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.

Baca Juga: Viral insiden kerusuhan diskusi publik di UGM: Mahasiswa ogah dengar, pejabat bantah kabur

“Kami terpantik ketika mereka bertiga di podium menantang publik untuk ‘mengkritik secara langsung, bukan di sosial media’,” tulis SEMA UGM.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi titik awal meningkatnya tensi dalam forum yang semula diharapkan menjadi ruang dialog terbuka.

Ingatkan pemerintah tak salahkan publik

Lebih lanjut, mahasiswa juga mengingatkan agar pemerintah tidak terus menyalahkan masyarakat dalam berbagai persoalan yang terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X