Ia juga menyebut kelompok lain seperti lansia dan warga kurang mampu layak menjadi prioritas.
Agus menegaskan, jika fokus program tetap pada gizi dan stunting, maka sebaiknya dibuat program khusus yang lebih terarah, terutama bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu.
Dengan berbagai usulan tersebut, ia berharap program MBG dapat tetap berjalan namun dengan pendekatan yang lebih fleksibel, inklusif, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas di masyarakat. ***
Artikel Terkait
Investor dapur MBG ngaku ditipu usai setor dana Rp218 miliar, eks Wakil BGN Lodewyk Pusung diduga teken perjanjian
Gus Miftah soroti pelaksanaan MBG, ingatkan pejabat dan petugas SPPG jaga amanah program presiden
Soal isu tekanan tokoh besar demi izin dapur MBG, pengacara Sony Sanjaya klaim sudah laporkan 26 nama ke Kejagung
Viral kantor BGN ‘disegel’ masyarakat, massa desak evaluasi pelaksanaan MBG
Usai MBG bakal disetop ke sekolah elite, bagaimana dengan jumlah SPPG yang kini membengkak 6.877 titik?
Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?
Pagu anggaran 2027 Rp270 triliun, BGN buka peluang siswa SMA tak mendapat MBG lagi