“Mohon bantuannya, banjir begini membuat kami tidak bisa pergi ke sekolah,” ucap siswi tersebut.
Baca Juga: Resmi! Subang jadi pusat Kejuaraan Panahan Jabar 2026, ini dampak besarnya
Situasi ini menunjukkan keterbatasan infrastruktur yang masih menjadi kendala serius bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Keinginan besar untuk tetap sekolah
Di balik keterbatasan tersebut, semangat para siswa untuk menempuh pendidikan tetap tinggi.
Dalam videonya, siswi itu menegaskan bahwa dirinya dan teman-temannya sangat ingin terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Tolong, kami mau kejar pendidikan lagi. Mohon maaf kalau lancang,” tuturnya penuh harap.
Baca Juga: Tiga pilar pendidikan Kang Rey: Kunci Subang cetak SDM unggul di masa depan
Namun, tanpa adanya jembatan yang layak, mereka kerap harus mengorbankan waktu belajar karena akses yang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dilalui.
Respons Gubernur Maluku Utara
Video tersebut pun mendapat perhatian luas dari warganet hingga akhirnya direspons langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Melalui kolom komentar akun TikTok resminya, Sherly menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi.
“Makasih infonya adik sayang, tim sudah turun survei ya,” tulisnya.
Respons ini memberikan harapan bagi masyarakat Desa Nyofifi, khususnya para siswa yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur.
Artikel Terkait
Jembatan runtuh diterjang banjir, Luna Maya terenyuh lihat warga Aceh tetap bertahan
TNI AD bangun 35 jembatan bailey di Aceh untuk perkuat konektivitas antarwilayah
Jembatan Cirahong sepi penjaga usai viral pungli, warga malah merasa tak aman
Street Coffee Jembatan Kewek dibubarkan Satpol PP, nongkrong di tengah jalan jadi sorotan
Siswa SD di pelosok Sulteng harus seberangi sungai saat hujan, guru ungkap harap jembatan segera rampung
5 Bulan pascabencana, warga Aceh Utara masih bertaruh nyawa seberangi sungai tanpa jembatan
Viral detik-detik siswa nyaris terseret arus sungai di Aceh Tengah, jembatan apung mulai rusak hingga harus dibantu guru menyeberang