Viral keluhan siswi Malut soal jalur ekstrem ke sekolah, minta dibangunkan jembatan ke Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 3 Juni 2026 | 23:13 WIB
Menyoroti video viral yang memperlihatkan siswa Desa Nyofifi di Maluku Utara (Malut) terkait jalur sungai ekstrem yang dilewatinya menuju sekolah (TikTok.com/RifandiPiter)
Menyoroti video viral yang memperlihatkan siswa Desa Nyofifi di Maluku Utara (Malut) terkait jalur sungai ekstrem yang dilewatinya menuju sekolah (TikTok.com/RifandiPiter)

“Mohon bantuannya, banjir begini membuat kami tidak bisa pergi ke sekolah,” ucap siswi tersebut.

Baca Juga: Resmi! Subang jadi pusat Kejuaraan Panahan Jabar 2026, ini dampak besarnya

Situasi ini menunjukkan keterbatasan infrastruktur yang masih menjadi kendala serius bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Keinginan besar untuk tetap sekolah

Di balik keterbatasan tersebut, semangat para siswa untuk menempuh pendidikan tetap tinggi.

Dalam videonya, siswi itu menegaskan bahwa dirinya dan teman-temannya sangat ingin terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Tolong, kami mau kejar pendidikan lagi. Mohon maaf kalau lancang,” tuturnya penuh harap.

Baca Juga: Tiga pilar pendidikan Kang Rey: Kunci Subang cetak SDM unggul di masa depan

Namun, tanpa adanya jembatan yang layak, mereka kerap harus mengorbankan waktu belajar karena akses yang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dilalui.

Respons Gubernur Maluku Utara

Video tersebut pun mendapat perhatian luas dari warganet hingga akhirnya direspons langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

Melalui kolom komentar akun TikTok resminya, Sherly menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi.

“Makasih infonya adik sayang, tim sudah turun survei ya,” tulisnya.

Baca Juga: Kepala Imigrasi Jakarta Ronald Amran kena OTT KPK, barang bukti mata uang asing hingga logam mulia kini disita

Respons ini memberikan harapan bagi masyarakat Desa Nyofifi, khususnya para siswa yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X