Menanggapi hal ini, Teddy memastikan bahwa kelebihan biaya di luar anggaran negara sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
“Itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” jelasnya.
Selain itu, Teddy juga menegaskan bahwa jumlah rombongan dalam setiap kunjungan luar negeri telah dikurangi secara signifikan.
Jika sebelumnya bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini hanya berkisar antara 50 hingga 60 orang.
Baca Juga: Sopir taksol viral ngamuk di Tol JORR diciduk polisi, buntut rusak spion mobil pakai kunci roda
Diplomasi bukan sekadar seremonial
Menurut Teddy, kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia untuk aktif membangun hubungan internasional.
Diplomasi, kata dia, tidak bisa dilakukan secara instan saat krisis terjadi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Kita harus panen hubungan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya untuk pencitraan atau gagah-gagahan.
Baca Juga: 4 Fakta ledakan diduga bom sisa PD II di Biak Papua, 5 orang tewas dan 3 hilang
Teddy menilai, diplomasi yang dilakukan justru telah menghasilkan berbagai capaian konkret.
Hasil Nyata: Investasi hingga kerja sama global
Teddy memaparkan sejumlah hasil nyata dari diplomasi Presiden Prabowo dalam 1,5 tahun terakhir.
Artikel Terkait
Pakar nilai peran Seskab Teddy penting redam persepsi negatif penanganan bencana Sumatera
Seskab Teddy bantah kabar Prabowo gunakan dua pesawat kepresidenan ke luar negeri
Seskab Teddy nobar final Timnas Futsal Indonesia bareng warga Malang, rayakan perjuangan merah putih
Pengamat: Seskab Teddy jadi penghubung visi Presiden Prabowo di tengah kritik publik
Seskab Teddy minta dukungan orang tua batasi akses medsos anak di bawah 16 tahun
Bazar Lebaran Monas diserbu ratusan ribu warga, Seskab Teddy ungkap instruksi Presiden Prabowo
Qodari ungkap fakta di balik tudingan Amien Rais ke Seskab Teddy: Terjebak hoaks