Jemaah yang berangkat sejak pukul 04.00 WIB pun mengaku tetap kesulitan mendapatkan tempat di area utama lapangan.
“Kita jalan jam 4 pagi, bayangin berangkat salat Id jam 4 pagi. Ini ku pikir masih sepi, tapi ternyata sudah penuh,” ujarnya.
Bahkan, area jemaah laki-laki dilaporkan sudah penuh lebih dulu, sementara area perempuan masih tersisa namun terbatas.
Situasi ini membuat sebagian jemaah akhirnya tidak bisa masuk ke lapangan utama.
Mereka pun memilih melaksanakan salat di lokasi alternatif, seperti rooftop rumah warga yang berada di sekitar area Lapangan Garung.
Baca Juga: Viral CCTV aniaya selebgram Woodyrman di Blok M, cekcok berujung tewasnya WN Brunei
Fenomena ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat untuk merasakan pengalaman salat Idul Adha dengan latar pemandangan alam yang indah.
Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat agar jemaah mempersiapkan diri lebih awal atau mempertimbangkan lokasi alternatif agar tetap bisa beribadah dengan nyaman.***
Artikel Terkait
Banyak makan daging kurban? ini 4 penetral alami yang bisa bantu pencernaan
IFG dan anggota holding salurkan 138 hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1446 H
Raffi Ahmad beli 50 kambing kurban dari ibu Fadil Jaidi: Tahun depan janji tambah jadi 100 ekor
Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al-Musabaqoh, Pemkab Subang distribusikan 4 sapi dan 6 domba kurban
17 Hewan kurban disalurkan Taekwang, apresiasi karyawan hingga perkuat hubungan dengan warga
Sholat Idul Adha di Mako Polres Subang, 12 sapi dan 10 domba disalurkan untuk masyarakat
Detik-detik sapi kurban Idul Adha 2026 mendadak lepas dan keluyuran di area Stasiun Klaten, warga: Waduh bahaya ini!