Dwi mengungkapkan, beberapa peserta dari luar negeri mempertanyakan kualitas presentasi yang dibawakan perwakilan Indonesia, yang dinilai tidak jelas dan minim substansi.
Baca Juga: ICCN luncurkan Indonesia Culture Festival, dorong ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan
“Iti sudah jadi obrolan di makan malam terakhir ISPPD. Ada yang bilang perwakilan Indonesia ngeprint poster di kertas HVS dan presentasinya tidak jelas,” ungkapnya.
Ia mengaku merasa malu harus mengakui bahwa perwakilan tersebut berasal dari Indonesia, meskipun bukan bagian dari kelompok risetnya.
Menurut Dwi, komunitas peneliti di bidang pneumonia sendiri tergolong kecil, sehingga para peneliti biasanya saling mengenal atau setidaknya mengetahui satu sama lain melalui publikasi ilmiah.
Hal ini pula yang membuat dugaan kejanggalan tersebut cepat terdeteksi, terutama karena para terduga menggunakan afiliasi Indonesia.
Baca Juga: Samsara Bamboo Festival 2026 angkat bambu sebagai solusi lingkungan dan ekonomi hijau di Bali
Diduga gunakan AI hingga modus travel grant
Selain kualitas presentasi, kelompok Rifaldy dan Prihantini juga diduga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan data penelitian yang tidak valid.
Bahkan, muncul dugaan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai modus untuk mendapatkan travel grant agar bisa mengikuti konferensi secara gratis.
Meski kasus ini telah ramai diperbincangkan publik, hingga saat ini Prihantini belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar.***
Artikel Terkait
Rekam jejak Menteri Satryo yang didemo anak buahnya hingga dituding arogan: Lahir di Belanda hingga dikenal sebagai ilmuwan di Kampus ITB
Presiden Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral, dorong hilirisasi berbasis riset
5 Jurus menyusun strategi bisnis dengan bantuan AI, dari riset pasar hingga bangun brand kuat
DPRD Subang sahkan perubahan perangkat daerah, Kang Rey soroti pentingnya riset dan layanan pemadam mandiri
ICCN buka kolaborasi riset nasional, targetkan basis data kota kreatif Indonesia lebih kuat
Raih 2 hibah riset sekaligus, akademisi ITB dorong desain jadi kunci pengembangan kota dan industri
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan