Delapan orang jadi korban
Akibat kejadian tersebut, total delapan orang dilaporkan menjadi korban, terdiri dari tujuh siswa dan satu orang guru.
Baca Juga: Telkom bukukan kinerja resilien di 2025, catat laba Rp17,8 triliun dan TSR 35,7 persen
Berdasarkan keterangan dari PMI Kabupaten Sragen, satu siswa mengalami luka cukup serius berupa fraktur terbuka pada bagian kaki kanan.
Sementara enam siswa lainnya mengalami luka ringan seperti lecet, memar, serta benjolan di bagian kepala dan dahi.
Adapun guru yang berada di dalam kelas dilaporkan mengalami syok dan kondisi lemas akibat insiden tersebut.
Tim evakuasi yang berada di lokasi segera melakukan penyelamatan terhadap korban dari bawah reruntuhan atap.
Korban dilarikan ke rumah sakit
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak tujuh korban dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sragen, sementara satu korban lainnya dirujuk ke RSI Amal Sehat Sragen.
Hingga kini, kondisi para korban masih dalam penanganan tenaga medis.
Area dipasangi garis polisi
Pasca kejadian, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di area kelas yang atapnya ambruk.
Artikel Terkait
Rainbow Slide ambruk di Ketapang: Tambah daftar panjang wahana anak yang rawan kecelakaan
Setelah Al-Khoziny, atap ponpes di Situbondo ambruk: 1 Santriwati tewas, 18 terluka, Emil Dardak soroti cuaca ekstrem
Asrama pesantren di Bireuen ambruk usai banjir bandang, kerugian ditaksir Rp6 miliar, ratusan santri mengungsi
Diduga hanyut ke Sungai Cijagra, seorang ibu di Bandung hilang usai lantai rumah ambruk
Istri derita tumor mata, rumah nyaris ambruk: Perjuangan Ayan di Subang bikin hati tersayat
Gempa M 7,6 guncang Ternate hingga Manado, Gedung KONI ambruk dan 1 orang dilaporkan tewas
Dentuman keras di lapangan padel Bogor, pagar sekolah ambruk diduga akibat ledakan gas