Temuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah kondisi peralatan dapur.
Nanik mendapati proses memasak nasi masih menggunakan dandang karena mesin steam rice mengalami kerusakan.
Baca Juga: Konsisten edukasi lingkungan, Bank Sampah KBS gaungkan pilah sampah di SMK Al Mufti Subang
Menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan menyediakan alat cadangan.
“Steam rice harus punya dua, satu untuk cadangan kalau yang satu rusak,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan wastafel yang dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ada dua wastafel yang dipasang, tapi tidak ada aliran airnya, hanya pajangan,” kata Nanik.
Kondisi tersebut dinilai sangat tidak layak untuk menunjang kegiatan pengolahan makanan yang membutuhkan standar kebersihan tinggi.
Baca Juga: Viral balita diajak ke konser malam di waterpark, dokter anak ingatkan risiko kesehatan
Diduga jadi penyebab ulat di ompreng
Nanik juga menemukan praktik penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai standar. Salah satunya adalah buah yang diletakkan di bawah meja pemorsian.
Menurutnya, hal ini berpotensi menjadi penyebab munculnya ulat dalam makanan yang sebelumnya viral.
“Saya mulai paham kenapa ompreng ada ulatnya, karena buah ditaruh di bawah meja pemorsian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buah yang tidak dicuci bersih kemungkinan masih mengandung ulat, yang kemudian merayap ke meja pemorsian hingga masuk ke dalam ompreng makanan.
Baca Juga: Subang matangkan kesiapan Pawai Tatar Sunda, angkat kisah Ranggawulung dan Nyimas Karancang
Artikel Terkait
Beredar video siswa SD di Sampang alami gatal kulit usai makan MBG, warga sebut saling menyusul
Puluhan siswa SD di Jeneponto dilarikan ke puskesmas usai santap MBG, diduga ikan tak layak konsumsi
Klarifikasi Kepala BGN soal 19.000 sapi untuk MBG, disebut hanya pengandaian
Balita 2 tahun di Cianjur meninggal dunia, diduga terkait kasus keracunan massal MBG
Mobil MBG datang sore di SMA Sigi, guru tegas menolak pembagian ke siswa
Ramai sorotan 70 dapur MBG di lapas dan rutan, ICW ungkap isu konflik kepentingan hingga dugaan 1.000 proyek Polri
252 Siswa di Jakarta Timur diduga keracunan MBG, pangsit isi tahu disorot jadi penyebab