Sidak SPPG Sukabumi usai kasus ulat MBG, Wakil BGN temukan dapur amburadul hingga wastafel 'pajangan'

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 12 Mei 2026 | 16:36 WIB
Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG (Instagram.com/@sidakbgn)
Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG (Instagram.com/@sidakbgn)

Temuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah kondisi peralatan dapur.

Nanik mendapati proses memasak nasi masih menggunakan dandang karena mesin steam rice mengalami kerusakan.

Baca Juga: Konsisten edukasi lingkungan, Bank Sampah KBS gaungkan pilah sampah di SMK Al Mufti Subang

Menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa diantisipasi dengan menyediakan alat cadangan.

“Steam rice harus punya dua, satu untuk cadangan kalau yang satu rusak,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan wastafel yang dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ada dua wastafel yang dipasang, tapi tidak ada aliran airnya, hanya pajangan,” kata Nanik.

Kondisi tersebut dinilai sangat tidak layak untuk menunjang kegiatan pengolahan makanan yang membutuhkan standar kebersihan tinggi.

Baca Juga: Viral balita diajak ke konser malam di waterpark, dokter anak ingatkan risiko kesehatan

Diduga jadi penyebab ulat di ompreng

Nanik juga menemukan praktik penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai standar. Salah satunya adalah buah yang diletakkan di bawah meja pemorsian.

Menurutnya, hal ini berpotensi menjadi penyebab munculnya ulat dalam makanan yang sebelumnya viral.

“Saya mulai paham kenapa ompreng ada ulatnya, karena buah ditaruh di bawah meja pemorsian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buah yang tidak dicuci bersih kemungkinan masih mengandung ulat, yang kemudian merayap ke meja pemorsian hingga masuk ke dalam ompreng makanan.

Baca Juga: Subang matangkan kesiapan Pawai Tatar Sunda, angkat kisah Ranggawulung dan Nyimas Karancang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X