Ia pun mengingatkan generasi muda untuk memiliki kesadaran dalam menjaga persatuan bangsa, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah.
“Maka anak-anak muda harus punya kesadaran untuk menjaga bangsa ini,” lanjutnya.
Keberagaman sebagai kekuatan bangsa
Lebih lanjut, Gus Miftah menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama, bukan dianggap sebagai ancaman.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Menurutnya, nilai toleransi menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan suku, budaya, dan keyakinan.
Kegiatan Peluk Indonesia 2026 sendiri dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama dan masyarakat, yang bersama-sama menyuarakan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan dan toleransi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai upaya menjaga keutuhan Indonesia di masa depan.***
Artikel Terkait
Prabowo sebut Indonesia dan Mesir miliki kesamaan memandang Islam moderat: Junjung tinggi toleransi dan perdamaian
Bukan sekadar simbol, toleransi lintas agama di Dusun Thekelan hidup sebagai tradisi turun-temurun
Gus Miftah buka puasa bareng pekerja Colosseum Jakarta, kembali berdakwah di klub malam
Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya
Gus Miftah ajak rawat kebhinekaan dalam ngabuburit lintas Iman di Gereja Sleman
Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta
Gus Miftah gelar pesta rakyat di Ponpes Ora Aji Yogyakarta, 7.500 warga hadiri open house lebaran