Usai insiden tersebut, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bali Mandara.
Hingga kini, kondisi korban dilaporkan masih dalam penanganan tim medis. Patah tulang yang dialami menjadi fokus utama dalam proses pemulihan.
Baca Juga: Lantik puluhan PNS, Bupati Subang ingatkan pengabdian tak kenal waktu
Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru kondisi korban dari pihak rumah sakit.
Tokoh adat gelar upacara
Dua hari setelah kejadian, pihak Desa Adat Serangan menggelar upacara adat bernama pecaruan rsi gana di area sekitar pasar.
Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, I Wayan Sweta, menjelaskan bahwa ritual tersebut dilakukan sebagai upaya menstabilkan kembali energi di lingkungan setempat menurut kepercayaan masyarakat Hindu Bali.
Baca Juga: Kursi panas ketua KONI Subang, 63 suara rebutkan arah baru olahraga daerah
“Sebelum 3 hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi,” tutur Sweta.
Ia juga mengaku terdapat hal yang sulit dijelaskan secara logika dalam insiden tersebut, termasuk tidak ditemukannya jejak darah di lokasi kejadian.
“Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi,” ungkapnya.
“Tapi kalau saya melihat dimensi bawah itu ada sesuatu yang terkait dengan mindset anak kecil itu,” tambahnya.
Baca Juga: Dari panas dan bocor kini adem, kisah wartawan Bekasi usai ganti atap rumah
Belum ada keterangan polisi
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Artikel Terkait
Mahasiswa UNM tewas jatuh dari jembatan kembar Gowa, ditemukan setelah 18 jam pencarian
Fakta baru kematian Timothy Anugerah: CCTV lantai 4 rusak, 3 saksi lihat korban duduk termenung sebelum jatuh
Tak ada korban jiwa, mobil Camat Pantan Cuaca di Gayo Lues jatuh dan terseret arus Sungai Kala Tripe
Hasil sidang isbat Kemenag: Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026
155 Siswa di Anambas diduga keracunan MBG, dirawat di RS dan Puskesmas
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta acungkan jari tengah ke guru, Dedi Mulyadi sarankan hukuman bersih-bersih sekolah
Haru siswa SMP di Sumedang pamit ke teman, diduga putus sekolah demi bantu ortu