Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.
“Saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” kata Donald Trump kepada awak media di Amerika Serikat, Sabtu, 18 April 2026.
Meski demikian, Trump juga menyampaikan optimismenya terkait peluang kesepakatan damai.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi bongkar 2 sindikat LPG oplosan, negara rugi lebih dari Rp500 juta
“Saya pikir itu akan terjadi,” tegasnya.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan tidak akan ada pungutan tarif terhadap kapal yang melintas Selat Hormuz sebagai bagian dari rencana kesepakatan.
Dampak ke Jalur Energi Global
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Penutupan kembali jalur ini berpotensi memicu gangguan pasokan energi global serta meningkatkan ketidakpastian di pasar internasional.
Situasi ini membuat kawasan tersebut kembali menjadi titik krusial geopolitik dunia, dengan dampak yang dapat dirasakan hingga ke berbagai negara yang bergantung pada distribusi energi melalui jalur tersebut.***
Artikel Terkait
Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tambah daftar panjang kecelakaan kapal di Selat Bali
Pemilik KMP Tunu minta maaf atas tragedi tenggelamnya Kapal di Selat Bali, janji evaluasi keamanan
Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas
China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
Pakistan jadi penengah perang Iran-AS, pengamat UI soroti risiko gagal dan tekanan internal
Dua kapal Pertamina siap melintas Selat Hormuz, jalur perdagangan kembali dibuka