Selat Hormuz kembali ditutup Iran, AS dituding langgar kesepakatan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 19 April 2026 | 12:56 WIB
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.

“Saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” kata Donald Trump kepada awak media di Amerika Serikat, Sabtu, 18 April 2026.

Meski demikian, Trump juga menyampaikan optimismenya terkait peluang kesepakatan damai.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi bongkar 2 sindikat LPG oplosan, negara rugi lebih dari Rp500 juta

“Saya pikir itu akan terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan tidak akan ada pungutan tarif terhadap kapal yang melintas Selat Hormuz sebagai bagian dari rencana kesepakatan.

Dampak ke Jalur Energi Global

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Penutupan kembali jalur ini berpotensi memicu gangguan pasokan energi global serta meningkatkan ketidakpastian di pasar internasional.

Situasi ini membuat kawasan tersebut kembali menjadi titik krusial geopolitik dunia, dengan dampak yang dapat dirasakan hingga ke berbagai negara yang bergantung pada distribusi energi melalui jalur tersebut.***

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X