Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi dengan pemerintah Iran terkait kelancaran pelayaran kapal milik Pertamina.
Baca Juga: Harga Pertamax tetap, 3 BBM nonsubsidi naik tajam hingga Rp23.900 per liter
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi yang dilakukan sejauh ini menunjukkan sinyal positif.
Distribusi Energi Nasional Tetap Dijaga
Pemerintah berharap dibukanya kembali jalur Selat Hormuz dapat mendukung kelancaran distribusi energi nasional, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling vital di dunia.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi dalam negeri tetap terjaga,” ujar Dwi.
Dengan perkembangan ini, diharapkan aktivitas logistik energi Indonesia dapat kembali berjalan optimal dan stabil di tengah dinamika geopolitik global.***
Artikel Terkait
Kuota impor BBM 110 persen belum cukup, DPR dengar curhat Shell hingga SPBU swasta mundur dari kesepakatan dengan Pertamina
Motor ‘brebet’ usai isi pertalite di Jatim, Bahlil turunkan Tim Lemigas, Pertamina klaim distribusi sesuai SOP
Viral pegawai SPBU pakai celana jeans, warganet singgung seragam Pertamina hingga isu pengoplosan BBM
Prabowo soroti krisis BBM dan listrik pascabencana Sumatera, Pertamina dan PLN ungkap kendala akses terputus
Ahok bongkar dugaan penyimpangan di Pertamina, soroti kuota impor hingga alasan mundur dari jabatan komisaris utama
Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
Pakistan jadi penengah perang Iran-AS, pengamat UI soroti risiko gagal dan tekanan internal