“Iya tau kalau nggak mau berisik jangan naik ekonomi. Cuma masa iya sampai ada yang bawa toa, mana di dalam kereta ngasih imbauan ke rombongan lagi,” terangnya.
Sempat ditegur kondektur
Dalam video tersebut juga terlihat tangkapan layar percakapan antara pengunggah dengan pihak kondektur. Ia melaporkan kondisi tersebut karena merasa terganggu.
“Kami bantu tegur agar tidak menggunakan pengeras suara ya Pak,” tulis kondektur dalam balasan pesan.
Namun, berdasarkan keterangan pengunggah, teguran tersebut tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Kronologi pemotor tewas terlindas bus di Flyover Pesing Jakbar, diduga gagal nyalip
“Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.
Hal ini semakin memicu reaksi warganet yang menilai kurangnya kesadaran sebagian penumpang terhadap aturan dan kenyamanan bersama di transportasi umum.
Warganet soroti etika di transportasi umum
Video tersebut kemudian ramai dibahas di kolom komentar. Banyak warganet menyoroti pentingnya menjaga etika saat berada di ruang publik, termasuk di dalam kereta api.
Sejumlah komentar menilai penggunaan toa di dalam gerbong tidak pantas dan berpotensi mengganggu penumpang lain yang ingin beristirahat.
Baca Juga: Viral modus minta uang Rp25.000 di Cikarang, pintu rumah digedor hingga warga resah
“Ini nggak bisa dinormalisasi, pikirkan kenyamanan yang lain. Kalau mau pakai pengeras suara, sewa satu gerbong khusus untuk rombongannya biar nggak ganggu yang lain,” tulis akun Aurinda.
Warganet lainnya juga menegaskan bahwa transportasi umum adalah ruang bersama yang harus dijaga kenyamanannya oleh semua pengguna.
Artikel Terkait
Jateng diterjang banjir! genangan air di Grobogan ganggu perjalanan KA Semarang hingga Jembatan Kali Batang putus total
KA Malioboro Ekspres tabrak 7 motor di Magetan, 4 Orang tewas di tempat
Viral penumpang KA Sancaka terluka akibat lemparan batu di Klaten, KAI ambil langkah tegas
281 Penumpang selamat dalam insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang
Polisi bergerak cepat tangani anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang, ratusan penumpang dievakuasi
Pemkab Subang klarifikasi program 'Nyaah Ka Indung', pastikan tak ada pungutan ASN dan sudah sentuh 1.038 lansia
KA Bangunkarta anjlok di Bumiayu, sejumlah perjalanan kereta terganggu