Sidang kasus dugaan pelecehan 16 mahasiswa FH UI memanas, teriakan massa menggema hingga nyaris ricuh

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 14 April 2026 | 12:47 WIB
Menyoroti momen pengungkapan 16 mahasiswa FH UI yang menjadi terduga pelaku pelecehan di sidang internal kampus (Instagram.com/@depokhariini)
Menyoroti momen pengungkapan 16 mahasiswa FH UI yang menjadi terduga pelaku pelecehan di sidang internal kampus (Instagram.com/@depokhariini)

"Kehadiran mereka memicu reaksi keras dari massa mahasiswa yang telah berkumpul sejak malam," tulis akun @depokhariini sebagai sumber unggahan.

Dalam video yang beredar, terlihat para peserta sidang berusaha mendekat untuk melihat langsung para terduga pelaku. Beberapa di antaranya juga tampak merekam dan melontarkan kecaman.

Baca Juga: Tangis ibu di Lampung pecah, anaknya diduga terlilit utang judol hingga Rp19 juta dan menghilang

Meski para terduga pelaku masuk melalui pintu belakang, identitas mereka tetap terungkap di dalam forum tersebut, yang kemudian memicu reaksi emosional dari massa.

Situasi nyaris ricuh, petugas berupaya kendalikan massa

Ketegangan yang terus meningkat membuat suasana sidang nyaris ricuh.

Dalam video, terlihat beberapa pihak dari civitas akademika berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin memanas.

Seorang perempuan yang diduga menjadi penengah tampak berusaha menenangkan massa dan menjaga agar forum tetap berjalan dengan kondusif.

Baca Juga: Rombongan pejabat disorot usai berhenti di tikungan Sitinjau Lauik, polisi pengawal diperiksa

Langkah tersebut cukup membantu meredam situasi, meskipun emosi massa masih terasa kuat sepanjang jalannya persidangan.

Hingga kini, pihak kampus masih melanjutkan proses penanganan terhadap 16 mahasiswa yang diduga terlibat.

Mereka telah dimintai keterangan dan akan menjalani proses lanjutan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan akademik.

Kasus ini menjadi perhatian serius publik dan diharapkan dapat ditangani secara transparan serta adil, guna memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X