Dari tradisi ke strategi, Parade Bedug Subang disiapkan jadi simbol kebangkitan daerah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 20 Maret 2026 | 23:18 WIB
Parade Bedug Subang tetap meriah di tengah hujan, jadi simbol kebersamaan dan kebangkitan daerah menjelang Idulfitri dan HUT ke-78, Jumat 20 Maret 2026 (Dok. Istimewa)
Parade Bedug Subang tetap meriah di tengah hujan, jadi simbol kebersamaan dan kebangkitan daerah menjelang Idulfitri dan HUT ke-78, Jumat 20 Maret 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Pemerintah Kabupaten Subang mulai mendorong kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi membangun identitas dan kebangkitan daerah.

Hal itu tercermin dalam gelaran Parade Bedug yang dihadiri langsung Bupati Subang Reynaldy Putra Andita di kawasan Masjid Agung Subang, Jumat malam, 20 Maret 2026.

Tak sekadar menjadi agenda seremonial, parade ini diposisikan sebagai ruang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal di tengah modernisasi.

Budaya jadi instrumen pemersatu warga

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, menyampaikan bahwa kegiatan parade bedug memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.

Baca Juga: ICCN ajak dukung film 'Pelangi di Mars', bukti animasi Indonesia naik kelas

Selain menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang.

“Melestarikan dan mengembangkan seni tradisi bedug atau ngadulag sebagai warisan budaya daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, serta mempererat silaturahim,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya menjadi penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Kang Rey dorong semangat kebersamaan

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menilai parade bedug menjadi momentum penting untuk membangun kembali semangat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga: Keenan Nasution cabut gugatan kasasi, pilih akhiri polemik lagu 'Nuansa Bening' secara damai

“Secara pribadi dan keluarga, kami mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan, silaturahmi, dan persatuan di tengah masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X