Detik-detik penambang naik eskavator saat banjir lahar dingin merapi terjang sungai, 3 tewas dan 2 masih dicari

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 5 Maret 2026 | 05:16 WIB
Penambang pasir di sungai lereng Gunung Merapi diterjang banjir lahar dingin usai hujan lebat (Instagram/jogja_admin)
Penambang pasir di sungai lereng Gunung Merapi diterjang banjir lahar dingin usai hujan lebat (Instagram/jogja_admin)

Sebanyak 12 unit truk lainnya tertimbun material banjir, sementara dua eskavator dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan arus bercampur batu dan lumpur.

Baca Juga: Viral amarah kepala SD di Salatiga Jateng gegara dugaan jeruk busuk hingga ulat masuk paket MBG siswa

Kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Unit Borobudur, Damkar, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian korban.

Sebelumnya dilaporkan empat orang hilang saat banjir terjadi pada Selasa sore.

Proses pencarian yang dilakukan pada Rabu, 4 Maret 2026 membuahkan hasil setelah dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: SPPG Giyanti Temanggung dihentikan sementara usai dugaan paket MBG tak layak konsumsi

Jenazah ditemukan tertimbun material banjir yang terbawa hingga ke hilir dan kemudian diidentifikasi di Rumah Sakit Muntilan.

Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir lahar dingin di kawasan Merapi menjadi tiga orang.

Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.

“Pagi ini sudah tiga korban yang berhasil ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Koordinator Basarnas Unit Borobudur, Arif Yulianto, dalam keterangannya kepada media, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga: Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif

Hingga kini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan di kawasan puncak Merapi masih terpantau tinggi.

Warga dan penambang diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi resmi dari otoritas setempat guna menghindari risiko serupa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X