Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menegaskan sektor tambang harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Saya akan anti tambang jika tambang dinikmati oleh sebagian orang. Seluruh pegawai tambang harus diasuransi, baik kesehatan maupun kecelakaan kerja,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan tambang melalui pendidikan, hunian layak, dan infrastruktur yang lebih baik.
Sampah regional dan energi listrik
Isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian utama. Pemprov Jabar mendorong kerja sama regional, termasuk pengelolaan di Tempat Pengolahan Kompos Sarimukti serta pengembangan sistem pengolahan sampah berkelanjutan.
Baca Juga: Pembacokan mahasiswi saat sempro, polisi sebut sudah direncanakan
Salah satu strategi yang dibahas adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proses insinerasi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung kebutuhan energi di kawasan industri yang terus tumbuh.
Dengan penguatan investasi, penertiban tambang, serta pengelolaan sampah berbasis energi, Pemprov Jabar menegaskan arah pembangunan yang terintegrasi antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.***
Artikel Terkait
Lembur Pakuan: Pesona kampung Gubernur Jawa Barat yang menyulap Subang jadi destinasi favorit
BP4D dorong perbaikan layanan dasar, Subang target naik peringkat SPM Jawa Barat
Dari rumah tangga ke pemerintah: Jawa Barat dan Subang perangi sampah sampai tuntas
Hari jadi ke-80 Jawa Barat, Subang tampilkan nuansa Subang Larang dan Prabu Siliwangi di Kirab Budaya
Tren PHK tak surut, Jawa Barat kembali catat angka tertinggi di Indonesia
Kukuhkan budaya K3, PT Dahana sabet penghargaan bergengsi di HKN ke-61 Jawa Barat
Tekan alih fungsi lahan, Bupati Subang ikut Rakor Percepatan Tata Ruang Jawa Barat di Gedung Sate