“Alhamdulillah kondisi jasad masih utuh. Masih-masih, dengan pakaian yang sama,” jelas Hendro.
Namun demikian, ia menyebutkan adanya kemungkinan beberapa barang korban hanyut terbawa arus sungai.
“Informasinya tadi ada sepatu sama kaos kaki yang mungkin keli atau hanyut,” tambahnya.
Pencarian dilanjutkan relawan meski operasi SAR dihentikan
Hendro menuturkan, penemuan jasad YAF merupakan hasil upaya relawan gabungan yang tetap melakukan pemantauan di lapangan meski operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi telah dihentikan.
Operasi SAR diketahui dihentikan pada Sabtu, 31 Januari 2026, setelah proses pencarian berlangsung selama 13 hari tanpa menemukan tanda keberadaan korban.
“Itu dari relawan gabungan. Teman-teman relawan masih melakukan pencarian secara mandiri dan pemantauan di lapangan,” terangnya.
Jenazah dibawa ke RSUD Karanganyar
Setelah jasad korban ditemukan, BPBD Karanganyar langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses evakuasi.
Hendro menyampaikan bahwa jenazah YAF selanjutnya akan dibawa ke RSUD Karanganyar menggunakan ambulans.
“Kami koordinasi dengan keluarga. Setelah proses evakuasi, rencananya korban dibawa ke RSUD Karanganyar menggunakan ambulans,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Basarnas berhasil evakuasi pendaki asal Swiss yang terjatuh di Rinjani lewat udara
Fenomena kerumunan serba putih di Puncak Gunung Lawu: Dua versi kronologi pendaki jadi petunjuk
Pendaki Gunung Gawalise ditemukan tewas 200 meter dari puncak, evakuasi penuh risiko
70 Personel Tim SAR dan relawan diturunkan, pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet diperpanjang dua hari
Operasi pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet resmi ditutup, Pemkot Magelang dukung pencarian mandiri
Hilang sejak akhir Desember 2025, pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali ditemukan meninggal dunia
Pendaki diduga hilang di Bukit Mongkrang, BPBD kerahkan 150 personel dan hentikan pencarian sementara