Sumur tercemar, bantuan air belum merata
Krisis air bersih kini menjadi persoalan serius di Desa Sekumur. Selain genangan air yang belum surut sepenuhnya, sebagian besar sumur warga dilaporkan tercemar lumpur dan tidak bisa digunakan.
Baca Juga: Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya
Sementara itu, distribusi bantuan air bersih belum menjangkau seluruh titik pemukiman. Beberapa warga mengaku harus bertahan dengan apa yang ada di sekitar mereka, meski menyadari risiko kesehatan yang mengintai.
Keterangan dalam video yang beredar juga menegaskan bahwa penggunaan air banjir tersebut bukanlah pilihan, melainkan keterpaksaan demi menyambung hidup.
Ancaman kesehatan mengintai warga
Penggunaan air genangan banjir untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Baca Juga: H-2 Natal 2025, arus lalu lintas Tol Cipali arah Cirebon terpantau lancar
Kondisi pascabanjir yang lembap dan tidak higienis meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan serta penyakit kulit.
Kisah dari Desa Sekumur ini menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi dan bantuan logistik semata.
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan paling krusial yang harus segera dipenuhi agar kondisi kesehatan warga tidak semakin memburuk.
Di tengah proses pemulihan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sekumur kini menanti perhatian dan bantuan nyata agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak dan aman.***
Artikel Terkait
Malam mencekam di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang: Warga tidur di atas balok kayu dan minum air lumpur demi bertahan hidup
Modal lampu mobil, warga Desa Pematang Durian Aceh Tamiang gotong royong buka akses jembatan tertimbun lumpur
Bermalam di hutan hingga makan ubi mentah, kisah pilu ibu di Tapanuli Tengah bertahan hidup saat longsor menerjang
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais donasikan hasil tiket film Timur untuk korban bencana di Sumatera
Kepolosan anak korban banjir Aceh Tamiang: Rumah hancur tinggal seng, tapi tetap mengaku sehat
Masjid Pesantren Darul Mukhlisin jadi ‘benteng’ tahan gelondongan kayu saat banjir bandang Aceh Tamiang