Puing kayu menumpuk, alat berat belum tiba
Banjir bandang juga membawa material kayu dalam jumlah besar yang kini menumpuk di area permukiman.
Hingga hari ke-24 pascabencana, belum terlihat adanya alat berat untuk membersihkan puing-puing tersebut.
“Sudah 22 hari belum ada apa-apa. Satu beko pun nggak ada,” ujar Marlina dalam video tersebut.
Baca Juga: Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah
Hamparan kayu bahkan dimanfaatkan warga sebagai jalur darurat untuk berjalan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan di Desa Sekumur masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.***
Artikel Terkait
Jawab julukan 'Bupati Beton', Kang Rey tekankan layanan publik bersih dan kerja terukur
Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah
Viral air banjir Aceh Tamiang diduga bercampur solar, warga temukan lapisan minyak mengambang
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar